Fakta Nutrisi Dumpling yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Mengonsumsinya

Fakta Nutrisi Dumpling yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Mengonsumsinya

Fakta Nutrisi Dumpling yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Mengonsumsinya--

CURUPEKSPRESS.COM - Dumpling merupakan salah satu hidangan berbahan dasar adonan tepung yang diisi dengan beragam bahan, seperti daging, sayuran, maupun kombinasi keduanya. Makanan ini dikenal luas di berbagai belahan dunia dan hadir dalam banyak variasi, baik dari segi bentuk, cita rasa, teknik pengolahan, maupun cara penyajiannya. Di beberapa negara Asia, Dumpling sering disajikan sebagai menu utama atau camilan, sementara di negara lain bisa menjadi pelengkap hidangan.

Berdasarkan informasi kesehatan yang dipublikasikan oleh Halodoc, kandungan gizi dumpling sangat bergantung pada bahan penyusun dan metode memasaknya. Oleh karena itu, penting untuk memahami komposisi nutrisinya sebelum menjadikannya bagian dari pola makan sehari-hari.

Secara umum, kulit dumpling terbuat dari tepung gandum yang menjadi sumber karbohidrat. Karbohidrat berfungsi sebagai penyedia energi utama bagi tubuh.

BACA JUGA:Tak Hanya Bumbu Dapur, Ini Manfaat Daun Kencur untuk Pernapasan dan Pencernaan

BACA JUGA:Tanda-Tanda IMS pada Wanita yang Wajib Diketahui Remaja dan Dewasa

Namun, penggunaan tepung gandum utuh lebih dianjurkan karena mengandung serat lebih tinggi dibandingkan tepung putih. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan serta membantu mengontrol kadar gula darah.

Bagian isi dumpling biasanya mengandung protein, terutama jika menggunakan bahan seperti ayam, udang, atau daging sapi. Protein memiliki peran krusial dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan otot, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika ingin pilihan yang lebih sehat, penggunaan protein tanpa lemak, seperti ayam tanpa kulit atau makanan laut, dapat membantu menekan asupan lemak jenuh.

Selain karbohidrat dan protein, dumpling juga mengandung lemak dan kalori dalam jumlah yang bervariasi. Dumpling yang dimasak dengan cara dikukus umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan dengan yang digoreng. Proses penggorengan cenderung meningkatkan jumlah kalori secara signifikan karena adanya tambahan minyak. Oleh sebab itu, metode memasak menjadi faktor penting dalam menentukan nilai gizinya.

BACA JUGA:Puasa Tanpa Drama! Inilah Strategi Menjaga Keseimbangan Emosi Selama Ramadan

BACA JUGA:Kulit Kusam Saat Puasa? Coba Tips Herbal Ramadan ala dr. Zaidul Akbar

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan sodium atau garam. Dumpling, terutama yang dijual di restoran atau dalam bentuk beku siap saji, kerap memiliki kadar sodium cukup tinggi. Penambahan kecap, saus, dan bumbu penyedap dapat meningkatkan asupan garam secara tidak sadar. Konsumsi sodium berlebihan diketahui dapat memicu peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

Secara perkiraan, satu buah dumpling kukus sederhana dapat mengandung sekitar 80 hingga 150 kalori, tergantung pada ukuran dan jenis isinya. Dumpling dengan isian sayuran dan protein rendah lemak cenderung memiliki kalori lebih rendah serta kandungan nutrisi lebih seimbang. Sebaliknya, dumpling yang digoreng atau menggunakan bahan berlemak dan berkrim memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori lebih tinggi.

Agar tetap dapat menikmati dumpling tanpa mengabaikan kesehatan, terdapat beberapa langkah bijak yang dapat diterapkan. Pertama, pilih metode pengolahan dengan cara dikukus. Kedua, perbanyak penggunaan sayuran dalam isian untuk meningkatkan asupan serat, vitamin, dan mineral. Ketiga, pertimbangkan untuk membuat dumpling sendiri di rumah sehingga penggunaan garam, minyak, dan ukuran porsi dapat dikendalikan dengan lebih baik.

BACA JUGA:Puasa Tanpa Drama! Inilah Strategi Menjaga Keseimbangan Emosi Selama Ramadan

Sumber: