1.089 Ternak di Curup Terjangkit PMK

1.089 Ternak di Curup Terjangkit PMK

FOTO ILUSTRASI - DOK/CE Sapi yang terjangkit PMK di wilayah RL--

REJANG LEBONG,CURUPEKSPRESS.COM  - Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong (RL), mencatat kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki belah seperti sapi, kerbau dan kambing sampai dengan Kamis (20/7) lalu tembus mencapai 1.089 kasus.

BACA JUGA :  Murid Sedikit, SMPN 30 RL Kesulitan Bayar Gaji Guru

Disampaikan Kadistankan Kabupaten RL, Ir Zulkarnain MT, jika kasus itu bertambah sebanyak 24 kasus dari hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.065 kasus.

BACA JUGA :  SDN 7 RL Kembali Buka Program Tahfidz 

"Kasus PMK di RL terus bertambah setiap harinya, bahkan sekarang sudah diangka ribuan," ungkapnya.

Kadis menerangkan, 1.089 kasus tersebut diantaranya 1.017 kasue menyerang sapi, 56 kerbau dan 16 kambing. 

BACA JUGA :  Lebong Masih Kekurangan 3.541 PNS 

"Tapi dari ribuan kasus itu  781 kasus diantaranya sudah  dinyatakan  sembuh dan sekarang masih menyisakan  308 kasus lagi," sampainya.

Dari 781 kasus hewan ternak yang sudah dinyatakan sembuh dari PMK. Jelas Zulkarnain, dibuktikan dengan gejala-gejala yang sudah hilang, dan nafsu makan ternak sudah kembali normal.

BACA JUGA :  4 BTS Belum Kantongi Izin PBG 

Masih dikatakannya, dari 1.089 kasus PMK yang menyerang hewan ternak di RL, untuk kasus kematian terbilang kecil hanya ada 7 kasus kematian saja.

Sedangkan 7 kasus lainnya terpaksa harus dilakukan penyembelihan paksa.

"Alhamdulillah untuk kasus kematian belum ada laporan lagi sampai hari ini (kemarin, red), masih data lama hanya ada 7 hewan ternak yang mati akibat PMK," katanya.

BACA JUGA :  35 SD Bakal Dapat Bantuan Chromebook 

Diharapkannya,  apabila terdapat hewan ternak  yang menimbulkan gejala PMK seperti ruam pada mulut, lidah, kuku pada kaki luka hingga terkelupas, lesu dan hilang nafsu makan, diminta untuk segera melapor ke penyuluh peternakan.

Selain itu pemilik ternak juga bisa melakukan pengobatan secara mandiri dengan menghubungi dokter hewan. Selain itu, ternak yang terpapar juga harus segera dipisahkan dari kawanannya yang lain untuk menghindari penularan yang meluas.  

 

Sumber: