SDN 34 Rejang Lebong, Kekurangan Guru dan RKB

SDN 34 Rejang Lebong, Kekurangan Guru dan RKB

CW/CE Kondisi RKB kelas I dan II di SDN 34 RL yang sangat memperihatinkan.--

REJANG LEBONG,CURUPEKSPRESS.COM -  Sekolah Dasar Negeri SDN 34 Rejang Lebong yang beralamat di Desa Pungguk Lalang Kecamatan Curup Selatan kekurangan tenaga guru serta ruang kelas untuk belajar (RKB).

Sekolah yang memiliki 105 orang siswa tersebut saat ini hanya memiliki 4 orang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dibantu 2 orang yang berstatus honorer.

BACA JUGA :  Pemkab Usul Mobnas Baru Senilai Rp 2,5 M

Selain itu juga yang masih menjadi kendala belajar disekolah tersebut karena sekolahnya hanya mempunyai 5 ruangan kelas untuk belajar serta satu ruangan untuk kantor.

BACA JUGA :  MIM 10 RL Agendakan Pawai 

"Ya beginilah kondisi sekolah kami semuanya sebah kurang karena disekolah ini hanya mempunya 6 orang tenaga guru yang mengajar disini," ujar Petugas Tata Usaha (TU) SDN 34 RL, Gilang Ade Eko kepada wartawan.

BACA JUGA :  SMPN 6 RL Persiapkan Upacara Hari Kemerdekaan 

Disebutkan Gilang untuk bisa melengkapi kekurangan guru tersebut kepala SDN 34 RL, Dewi Sribudi S Pd SD bahkan mengambil peran untuk kembali mengajar disekolah tersebut semenjak dirinya di mutasi disekolah tersebut pada awal tahun lalu.

BACA JUGA :  Siswa Tahfidz SDN 7 RL 

"Selain permasalahan kekurangan guru tersebut sekolah kami juga kekurangan ruangan kelas untuk melaksanakan KBM di setiap harinya, bahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ada satu ruangan yang digunakan untuk KBM oleh dua angkatan yakni kelas I dan kelas II," jelasnya.

BACA JUGA :  Forum Guru Sindang Dataran Gelar Gerak Jalan 

Sambung Gilang dalam KBM tersebut pihaknya lakukan sistem Shift bagi siswa kelas I dan kelas II, untuk kelas I mereka dijadwalkan masuk pada pukul 7.30 hingga pukul 10.00 WIB, sedangkan untuk kelas II mereka dijadwalkan masuk pada pukul 10.15 hingga pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA :  Modus Pakai Seragam PNS, Berhasil Larikan Motor Warga 

"Yang pastinya atas permasalahan tersebut telah sering kami sampaikan kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) RL akan tetapi sampai sekarang ini belum ada realisasinya, maka dari itu kembali kami sampaikan kepada pihak Dikbud RL agar sekolah kami juga dapat diperhatikan sama seperti sekolah - sekolah yang lain," pungkasnya. 

 

Sumber: