Warga Swadaya Kepahiang Perbaiki Jembatan Rusak

Warga Swadaya Kepahiang Perbaiki Jembatan Rusak

IST/CE Warga swadaya perbaiki kerusakan jembatan --

KEPAHIANG, CURUPEKSPRESS.COM - Warga Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kepahiang,  Kamis 6 oktober secara swadaya memperbaiki sendiri badan jembatan penghubung Desa Air Hitam-Desa Tanjung Alam yang membentang diatas Sungai Air Lanang Kecamatan Ujan Mas.

Pasalnya, jembatan tersebut telah mengalami kerusakan yang cukup parah khususnya pada dasar lantainya. Selain, janji pemerintah untuk memperbaiki itu belum juga direalisasikan. 

"Ini (perbaikan, red), kami lakukan secara swadaya. Seluruh  masyarakat Desa Tanjung Alam semuanya terlibat baik secara meteri maupun tenaga. Dengan harapan kami jembatan ini masih bisa kami lalui. Karena jembatan ini merupakan akses jalan satu-satunya bagi masyarakat kami untuk kelyar dai desa membawa hasil pertanian dan keperluan lainnya," tutur Kades Tanjung Alam Feri Marzoni.

Disebutkannya, kegiatan yang dilakukan masyarakat dengan mengganti hampir keseluruhan papan dasar lantai jembatan yang sudah rusak.

BACA JUGA: Pasca Diliburkan Akibat Terlibat Tawuran Pelajar, Siswa SMAN 2 RL Kembali Belajar Seperti Biasa

BACA JUGA: Bakal Ada BLT BBM Lagi?

Karena menurutnya, kondisi sebelumnya sangat membahayakan masyuarakat khususnya yang berkendaraan saat melintasi diatas jembatan tersebut.

"Tidak hanya masyarakat, dari  Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga ikut membantu kami," ujarnya.

Sambung Feri, untuk mengganti sebagian besar papan dasar lantai jembatan sedikitnya menghabiskan 2,5 kubik papan jenis kayu balam.

Yang mana papan tersebut dibeli dari hasil sumbangan masyarakat.

BACA JUGA: 1.803 THL Dijamin BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Gelontorkan Rp 21 Juta Perbulan

BACA JUGA: DD/ADD Tahap III Mulai Pemberkasan

Masih dikatakan Feri, aksi swadaya masyarakat desa yang dipimpinnya itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat desa setempat pada Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Bengkulu yang tidak juga kunjung melakukan perbaikan, meski kerusakannya sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Kalau mengajukan pada pemerintah untuk minta diperbaiki, kami rasa sudah cukup. Karena bukan lagi 1-2 kali tepi sudah berulang kali, buktinya sampai dengan saat ini belum juga ada realisasinya," ujarnya.

Sambung Feri, agar masyarakat masih bisa beraktivitas, dan desa yang dipimpinnya tidak terisolir.

Makanya masyarakat berinisiatif untuk memperbaikinya sendiri.

BACA JUGA: Langgar Disiplin, Nasib 2 ASN Ditentukan Pekan Ini

BACA JUGA: Jadwal Besuk Lapas Dibatasi, 1 Minggu Sekali

Sebut Feri, tidak kurang dari Rp 10 juta biaya masyarakat yang dikeluarkan pada kegiatan kemarin, sebab untuk harga 1 kubik kayu jenis balam mencapai Rp 3,5 juta.

"Mudah-mudahan kedepan ada perhatiannya. Kalaupun tidak ada lagi perharian, ya kami harus selalu melakukan perbaikannya dengan cara swadaya seperti ini," singkatnya.

Sumber: