12 Tips Untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker

12 Tips Untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker

ILUSTRASI/NET Tips untuk mengurangi risiko terkena kanker (sumber foto by google, 18/03/23)--

HEALTH, CURUPEKSPRESS.COM - Kanker adalah penyakit yang sangat menakutkan dan mematikan.

Namun, ada beberapa tindakan yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko terkena kanker.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk membantu Anda mengurangi risiko terkena kanker.

  • Hindari merokok dan paparan asap rokok

Merokok dan paparan asap rokok telah terbukti menjadi penyebab utama kanker.

Jadi, jika Anda seorang perokok, maka Anda harus berhenti merokok.

Jika Anda tinggal atau bekerja di lingkungan yang terpapar asap rokok, maka Anda harus berusaha untuk menghindari paparan tersebut.

  • Makan makanan yang sehat

Makan makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan ikan, dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker.

Makanan yang mengandung serat juga dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar.

  • Pertahankan berat badan yang sehat

Kegemukan atau obesitas meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker ovarium.

Pertahankan berat badan yang sehat dengan menerapkan pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur.

  • Olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat membantu melindungi Anda dari kanker.

  • Kurangi konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol telah terkait dengan peningkatan risiko terkena kanker, terutama kanker mulut, tenggorokan, hati, dan payudara. Jadi, batasi konsumsi alkohol Anda.

  • Lindungi diri dari paparan sinar matahari berlebihan

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit. Jadi, gunakan tabir surya, kenakan pakaian pelindung, dan hindari paparan sinar matahari berlebihan.

  • Jalani skrining kanker secara teratur

Jalani skrining kanker secara teratur dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal, ketika masih lebih mudah untuk diobati.

Sumber: