Hasil Investigasi Pansus Atas Dugaan Pungli, Dikbud Temui Bupati Hari Ini..

Hasil Investigasi Pansus Atas Dugaan Pungli, Dikbud Temui Bupati Hari Ini..

Azis/CE Kantor Dikbud Rejang Lebong.--

CURUP, CURUPEKSPRESS.COM -  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong akan menemui Bupati untuk menyampaikan hasil Investigasi dari panitia khusus (pansus).

Dimana pansus tersebut yang menyelidiki dugaan pungutan liar yang terjadi dilingkungan Dikbud Rejang Lebong oleh salah satu oknum yang berinisial SR.

Diduga modusnya SR ini mengutip sejumlah uang kepada beberapa tenaga honorer dalam mengurus Nuptk maupun pengurusan Dapodik sekolah.

BACA JUGA:

“Rencananya besok (hari ini,red) kita laporkan hasil pansus kepada Bupati Rejang Lebong, ” sampai Kadis Dikbud Rezza Pakhlevi SH MM kepada CE.

Dirinya juga menyebutkan pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memantau dan membantu pihaknya dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Rejang Lebong.

“Menanggapi adanya dugaan pungli dilingkungan Dikbud Rejang Lebong kami cepat tanggap untuk bisa menyelesaikannya, dan kami sudah membentuk pansus menyelidikinya dan mencari data di lapangan, dan sejauh ini sudah ada titik terangnya,” ujar Rezza.

Dikatakan Rezza bahwasanya pihaknya mengharapkan seluruh masyarakat bersabar dalam menanggapi permasalahan tersebut, dan juga pihaknya berharap semua pihak menjadikan permasalahan tersebut sebagai bahan pembelajaran kedepannya untuk bisa lebih baik.

BACA JUGA:

“Apapun yang namanya bentuk pungli memang tidak diperbolehkan, dan jika memang adanya bukti silahkan dilaporkan kepada kami supaya kami bisa

menindaklanjutinya,” jelas Rezza

Sementara ketua tim khusus penyelidikan dugaan di wilayah OPD Dikbud Rejang Lebong, Hanapi SPd MM yang juga merupakan Sekretaris Dikbud Rejang Lebong menampik isu yang juga beredar di media sosial jika di dalam wilayah Dikbud Kabupaten Rejang Lebong ada oknum yang melakukan pungutan liar dan meminta sejumlah uang pelicin kepada guru honorer yang ingin mengurus Nuptk maupun Dapodik sekolahnya.

Bahkan pihaknya pada Jumat (12/5) kemarin melakukan beberapa kunjungan ke sekolah guna untuk memastikan kejadian tersebut.

“Hari ini (kemarin red) saya sudah meninjau langsung dan melaksanakan diskusi kepada pihak sekolah untuk mencari data terkait benar atau tidaknya informasi tersebut, akan tetapi sejauh ini tidak ada guru yang membenarkannya, akan tetapi jika kejadian itu benar maka silahkan dilaporkan kepada kami secara langsung supaya bisa cepat diselesaikan, dan kami siap merahasiakan guru yang sudah melaporkan tersebut jika memang benar terjadi ,” ujar Hanapi.

Sumber: