Siapa Sangka, Adanya TMII Adalah Ide dari Ibu Tien Soeharto

 Siapa Sangka, Adanya TMII Adalah Ide dari Ibu Tien Soeharto

Screenshot ig @didinfelani salah satu bangunan indah yang ada di TMII Jakarta.--

 

NASIONAL, CURUPEKSPRESS.COM - Tidak begitu banyak masyarakat tahu bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diresmikan pada tahun 1970 itu merupakan ide dan gagasan dari istri Presiden kedua Republik Indonesia yakni Ibu Tien Soeharto.

Sejarah dimulai sejak 13 Maret 1970, pada saat itu Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan Miniatur Indonesia pada rapat pengurus Yayasan Harapan Kita (YHK) di Jl Cendana no 8 Jakarta.

Ibu pemilik nama asli Siti Hartinah Soeharto menggambarkan miniatur Indonesia itu akan berisi bangunan bercorak rumah-rumah adat yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora dan fauna serta benda budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia. 

Ibu Tien Soeharto yang pada saat itu menjadi ibu negara kerap beberapa kali mengunjungi tempat wisata terkenal di luar negeri, sebut saja seperti Disneyland Amerika Serikat.

Lantas ia pun berkeinginan Indonesia memiliki tempat wisata yang serupa dengan Disneyland.

Sebelum akhirnya dibangun dan didirikan, berbagai saran, tanggapan, serta pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, dimana sebagian besar mendukung adanya pembangunan proyek tersebut.

Pada tanggal 11 Agustus 1971, dengan surat YHK Ibu Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalam waktu 3,5 bulan.

Bahkan mulanya, lokasi pembangunan TMII itu direncanakan dibangun di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di atas tanah seluas 14 hektare.

BACA JUGA:

Akan tetapi Gubernur DKI Jakarta yang saat itu menjabat, Ali Sadikin menyarankan agar lokasi pembangunan TMII dipindah ke daerah sekitar Pondok Gede, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dengan alasan, di area tersebut tersedia lahan yang jauh lebih luas kurang lebih seluas 100 hektare.

Sehingga pada akhirnya berdirinya TMII di Jakarta sesuai dengan apa yang digagaskan oleh Ibu Tien Soeharto.

Diketahui bahwa gagasan itu dilandasi oleh suatu keinginan untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap bangsa dan Tanah Air, serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia.

Sumber: