Kulit Berminyak dan Berjerawat ? Hindari 5 Bahan Ini agar Wajah Lebih Sehat

Kulit Berminyak dan Berjerawat ? Hindari 5 Bahan Ini agar Wajah Lebih Sehat

Kulit berminyak dan berjerawat yang perlu perawatan lebih intens.--

CURUPEKSPRESS.COM - Memiliki kulit berminyak bukanlah hal yang sepele dan tidak bisa ditangani dengan cara yang sama seperti jenis kulit lainnya. Produksi minyak berlebih pada wajah sering kali membuat tampilan kulit tampak mengkilap, pori-pori terlihat lebih besar, serta rentan mengalami jerawat dan komedo. Oleh karena itu, pemilik kulit berminyak perlu memberikan perhatian khusus, terutama dalam memilih produk perawatan kulit dan kosmetik yang digunakan sehari-hari. Kesalahan dalam memilih produk justru dapat memperburuk kondisi kulit, bukan memperbaikinya.

Shantal Mujumdar, Co-Founder IS YOU, sebuah merek perawatan kulit rumahan asal India, mengungkapkan bahwa pemilik kulit berminyak harus lebih teliti dalam membaca daftar bahan yang tercantum pada kemasan produk. Menurutnya, tidak semua bahan yang aman bagi jenis kulit lain cocok untuk kulit berminyak. Bahkan, beberapa kandungan tertentu dapat memicu produksi minyak berlebih dan menyumbat pori-pori. Dikutip dari Indian Express, berikut adalah beberapa bahan yang sebaiknya dihindari oleh pemilik kulit berminyak.

1. Asam oleat (oleic acid)

Banyak orang beranggapan bahwa produk dengan label "bebas minyak" adalah pilihan terbaik bagi kulit berminyak. Padahal, kenyataannya tidak semua minyak berdampak buruk pada kulit. Yang perlu diwaspadai adalah minyak dengan kandungan asam oleat yang tinggi. Minyak jenis ini, seperti minyak kelapa, minyak camellia, dan minyak kemiri, cenderung menempel di permukaan kulit sehingga berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Sebagai alternatif yang lebih aman, pilihlah produk yang mengandung minyak dengan kadar asam linoleat lebih tinggi, misalnya minyak rosehip, karena lebih ringan dan mudah diserap oleh kulit.

2. Emolien oklusif

Emolien oklusif merupakan bahan yang berfungsi mengunci kelembaban pada kulit. Bahan ini sangat efektif untuk kulit kering, tetapi kurang sesuai untuk kulit berminyak. Teksturnya yang berat, berminyak, dan cenderung lengket dapat membuat wajah terasa tidak nyaman serta meningkatkan risiko penyumbatan pori-pori. Oleh sebab itu, pemilik kulit berminyak disarankan untuk menghindari pelembap atau losion dengan tekstur terlalu tebal. Pilihlah pelembap berbahan dasar air atau gel yang mampu memberikan hidrasi tanpa membuat kulit terasa semakin berminyak.

3. Alkohol

Alkohol merupakan salah satu bahan yang cukup sering ditemukan dalam produk perawatan kulit, terutama toner. Meskipun dapat memberikan efek segar sesaat, alkohol justru dapat merangsang kulit untuk memproduksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme perlindungan alami. Akibatnya, wajah menjadi semakin berminyak. Untuk menghindari hal tersebut, pemilik kulit berminyak sebaiknya memilih toner yang mengandung bahan penenang alami, seperti lidah buaya atau air mawar murni, yang membantu menyeimbangkan kondisi kulit dan menjaga pori-pori tetap sehat.

4. Natrium klorida (sodium chloride)

Natrium klorida atau garam umumnya digunakan dalam produk pembersih wajah dan sabun. Meski tidak tergolong bahan berbahaya, penggunaannya pada kulit berminyak perlu diperhatikan. Garam dapat menyumbat pori-pori, memicu timbulnya jerawat, serta membuat sebum mengeras. Jika digunakan secara berlebihan, kondisi ini dapat memperburuk masalah kulit berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya pilih produk pembersih wajah dengan kandungan yang lebih lembut dan tidak mengandung natrium klorida dalam jumlah tinggi.

5. Pewarna buatan

Kosmetik seperti lipstik, perona pipi, dan produk riasan lainnya seringkali mengandung pewarna sintetis yang berasal dari petroleum dan coal tar. Bahan ini mungkin aman bagi sebagian orang, tetapi pada kulit berminyak yang rentan berjerawat, pewarna buatan dapat memperparah kondisi kulit. Sebagai solusi, pilihlah produk kosmetik dengan pewarna alami dan berbahan organik yang lebih ramah bagi kulit serta membantu menjaga keseimbangan minyak.

Dengan memahami kandungan yang perlu dihindari serta memilih produk yang sesuai, pemilik kulit berminyak dapat memperoleh kulit yang lebih seimbang, sehat, dan terawat secara optimal.  

 

Sumber: