Ini Kebiasaan Pagi yang Wajib Dicoba untuk Menurunkan Asam Urat

Ini Kebiasaan Pagi yang Wajib Dicoba untuk Menurunkan Asam Urat

Rekomendasi Olahraga Terbaik untuk Mengatasi Kadar Asam Urat--

CURUPEKSPRESS.COM - Asam urat merupakan salah satu gangguan metabolik yang banyak dialami oleh masyarakat, terutama pria berusia di atas 30 tahun. Meskipun siapa pun bisa mengalaminya, kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi akibat perubahan hormon, pola makan, serta gaya hidup. Ketika kadar Asam urat dalam tubuh meningkat dan tidak segera ditangani, kristal Asam urat dapat menumpuk di persendian. Kondisi ini menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri tajam, pembengkakan, hingga rasa panas yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kenaikan kadar asam urat biasanya terjadi secara perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadari tanda-tandanya sejak awal. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan sendi kronis, kekakuan sendi yang membuat gerakan terbatas, mudah lelah, hingga gangguan pada fungsi ginjal. Faktor makanan, obat-obatan, gaya hidup, serta kondisi kesehatan tertentu berperan besar dalam memperburuk keadaan. Namun, hal yang sering tidak disadari adalah bahwa rutinitas sederhana di pagi hari juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh mengendalikan kadar asam urat.

BACA JUGA:Inilah Cara Aman Konsumsi Sayuran Tinggi Gula agar Gula Darah Tetap Stabil

BACA JUGA:Tips Perawatan Rambut Pria Anti Rontok Ala Dokter Tirta, Wajib Dicoba !

Memulai hari dengan kebiasaan yang tepat dapat membantu tubuh, terutama ginjal, bekerja lebih optimal. Ginjal berperan penting dalam proses ekskresi, termasuk pembuangan kelebihan asam urat. Dengan rutinitas yang mendukung, peradangan dapat ditekan, proses metabolisme lebih stabil, dan risiko penumpukan kristal dapat dikurangi.

Berikut beberapa rutinitas pagi yang terbukti membantu menjaga kadar asam urat agar tetap stabil secara alami.

1. Minum air hangat dengan lemon

Segelas air hangat yang dicampur perasan lemon pada pagi hari mampu membantu pencernaan dan mendukung proses pengeluaran sisa metabolisme, termasuk asam urat. Walaupun lemon terasa asam, buah ini memiliki efek alkali ketika dicerna tubuh. Efek ini membantu menyeimbangkan kadar pH dan menetralkan kelebihan asam urat yang mengendap.

Lemon juga kaya vitamin C, nutrisi yang terbukti dapat membantu menurunkan kadar asam urat melalui peningkatan pembuangan urine.

Sebuah penelitian tahun 2009 oleh HK Choi dan tim, yang melibatkan lebih dari 47.000 pria selama 20 tahun, menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi berkaitan dengan penurunan risiko gout. Selain itu, air lemon membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, yang penting untuk mendukung fungsi ginjal dalam menyaring racun.

2. Mengonsumsi 2-3 gelas air putih saat perut kosong

Hidrasi adalah kunci dalam menjaga kadar asam urat tetap terkendali. Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal bekerja lebih keras dan kemampuan untuk membuang asam urat menjadi menurun. Mengawali hari dengan 2-3 gelas air putih membantu mengencerkan kadar asam urat dalam darah sehingga mencegah pembentukan kristal pada persendian. Rutinitas sederhana ini dapat meningkatkan volume urine dan mendukung proses ekskresi lebih optimal.

3. Memilih sarapan rendah purin

Sarapan berperan penting dalam menjaga kestabilan metabolisme sejak pagi. Bagi penderita asam urat, memilih menu rendah purin adalah keharusan. Oatmeal, roti gandum, buah-buahan, yogurt, atau biji-bijian merupakan pilihan sehat yang ramah bagi tubuh. Sebaliknya, makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan seafood tertentu dapat memicu lonjakan asam urat. Makanan rendah purin juga cenderung lebih tinggi serat sehingga membantu menjaga pencernaan, mengurangi lonjakan gula darah, dan mendukung metabolisme yang lebih stabil sepanjang hari.

Sumber: