Sering Breakout Setelah Pakai Vitamin C? Ini Penyebab dan Solusi yang Tepat
Minggu 15-02-2026,14:47 WIB
Reporter:
Lola Anggraini |
Editor:
Ab Gafur
Sering Breakout Setelah Pakai Vitamin C? Ini Penyebab dan Solusi yang Tepat--
CURUPEKSPRESS.COM - Memiliki kulit yang cerah dan sehat merupakan dambaan banyak orang. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang justru terjebak dalam arus tren kecantikan tanpa benar-benar memahami kebutuhan dasar kulitnya sendiri. Alih-alih mendapatkan hasil optimal, penggunaan produk yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah baru seperti iritasi, breakout, hingga kerusakan skin barrier. Menurut dr. Abelina Dini Fitria, seorang dokter estetika sekaligus influencer, salah satu bahan aktif yang sebenarnya sangat efektif tetapi sering disalahpahami adalah vitamin C.
Vitamin C dikenal luas sebagai kandungan yang mampu membantu mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, serta melindungi dari dampak buruk radikal bebas.
Sayangnya, banyak orang menganggap bahan ini "tidak cocok" karena mengalami kemerahan atau jerawat setelah pemakaian. Padahal, persoalan tersebut umumnya bukan terletak pada vitamin C itu sendiri, melainkan pada cara penggunaan dan pemilihan jenis produk yang kurang sesuai. Setiap kulit memiliki toleransi yang berbeda terhadap bahan aktif. Konsentrasi yang terlalu tinggi, pemakaian bersamaan dengan bahan lain yang keras, atau tidak memberikan waktu adaptasi bisa memicu reaksi negatif.
Lebih lanjut, dr. Abelina menjelaskan bahwa kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu. Produk berbasis air dan minyak, ditambah kandungan eksfoliasi atau retinol, jika dipakai bersamaan tanpa pemahaman yang baik, dapat membuat kulit "kaget". Di sinilah pentingnya prinsip trial and error yang terkontrol. Artinya, mencoba produk baru satu per satu, mengamati reaksi kulit, lalu menyesuaikan frekuensi pemakaian secara bertahap. Dengan cara ini, risiko iritasi dapat diminimalkan dan manfaat bahan aktif bisa dirasakan secara maksimal.
Selain isu iritasi, masalah kulit kusam juga menjadi keluhan utama, bahkan tidak jarang dialami oleh pria. Banyak orang langsung berfokus pada serum pencerah tanpa menyadari bahwa akar masalahnya sering kali adalah kurangnya kelembapan. Kulit yang dehidrasi akan tampak lebih kusam, teksturnya tidak rata, dan membuat produk perawatan sulit bekerja secara efektif. Kelembapan merupakan fondasi dasar sebelum mengharapkan hasil dari serum atau treatment apa pun. Tanpa hidrasi yang cukup, kulit kehilangan elastisitas dan tampak lebih cepat menua.
Eksfoliasi berlebihan juga menjadi penyebab umum kulit terlihat kusam. Alih-alih semakin cerah, kulit justru menjadi tipis, sensitif, dan cenderung menguning seiring bertambahnya usia. Karena itu, penggunaan pelembap dengan kandungan aktif yang menenangkan, sunscreen setiap hari, serta serum yang sesuai kebutuhan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit. Perlindungan dari sinar matahari juga tidak boleh diabaikan, karena paparan UV dapat memperburuk hiperpigmentasi dan mempercepat penuaan dini.
Fenomena lain yang turut memengaruhi pola perawatan kulit adalah sikap FOMO (fear of missing out) terhadap kandungan baru yang sedang populer. Padahal, bahan klasik seperti vitamin C tetap memiliki manfaat besar, termasuk membantu mencegah jerawat dan menyamarkan bekasnya. Untuk kulit berminyak dan berjerawat, vitamin C bisa digunakan dalam bentuk spray atau serum ringan, lalu dikombinasikan secara hati-hati dengan produk anti-acne seperti yang mengandung salicylic acid. Namun, kombinasi ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Hal yang perlu diingat, tidak semua bahan aktif bisa digunakan bersamaan. Menggabungkan vitamin C dengan retinol atau bahan eksfoliasi dalam waktu yang sama berpotensi mengiritasi dan merusak skin barrier. Idealnya, penggunaan diatur secara terpisah atau disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Vitamin C sendiri dapat diaplikasikan pagi maupun malam hari, dan secara konsisten mampu membantu mencegah munculnya garis halus sekaligus menjaga kulit tetap cerah.
Sebagai kesimpulan, kunci utama dalam merawat kulit bukanlah mengikuti tren semata, melainkan memahami kebutuhan dasar kulit dan menggunakannya secara bijak. Vitamin C bukanlah musuh bagi kulit, melainkan bahan aktif yang bermanfaat jika dipilih dan digunakan dengan tepat. Prioritaskan kelembapan, hindari penggunaan bahan aktif secara berlebihan, serta lakukan perawatan secara bertahap agar kulit dapat beradaptasi dengan baik. Dengan pendekatan yang sabar, konsisten, dan teredukasi, kulit sehat dan bercahaya bukan lagi sekadar impian, melainkan hasil dari perawatan yang tepat dan berkelanjutan.
Sumber: