Keamanan Pangan Saat Ramadan, Salahkah Mencuci Ayam Sebelum Dimasak?
Keamanan Pangan Saat Ramadan, Salahkah Mencuci Ayam Sebelum Dimasak?--
BACAKORANCURUP.COM - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, suasana dapur di banyak rumah mulai terasa lebih sibuk dari biasanya. Para ibu, ayah, hingga anak-anak turut berdiskusi menentukan menu sahur dan berbuka yang lezat sekaligus bergizi. Salah satu bahan pangan yang hampir selalu hadir di meja makan adalah ayam. Selain harganya relatif terjangkau, ayam juga mudah diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari sup, opor, ayam goreng, hingga sate. Namun, di balik rutinitas memasak tersebut, muncul pertanyaan yang kerap memicu perdebatan, apakah daging ayam perlu dicuci sebelum dimasak?
Bagi sebagian orang, mencuci ayam mentah merupakan langkah wajib sebelum mengolahnya. Mereka meyakini bahwa membilas ayam dengan air mengalir akan menghilangkan kotoran, lendir, bahkan bakteri yang menempel pada permukaan daging. Kebiasaan ini sering kali diwariskan secara turun-temurun dan dianggap sebagai bagian dari standar kebersihan dapur. Akan tetapi, pandangan tersebut ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan anjuran para ahli keamanan pangan.
Sejumlah pakar mikrobiologi dan otoritas keamanan pangan di berbagai negara justru menyarankan agar ayam mentah tidak dicuci sebelum dimasak. Alasannya bukan tanpa dasar. Ketika ayam dibilas di bawah keran yang mengalir, percikan air yang tak terlihat dapat membawa bakteri ke berbagai sudut dapur. Wastafel, meja dapur, talenan, pisau, hingga pakaian yang dikenakan berpotensi terpapar mikroorganisme berbahaya. Kondisi inilah yang disebut sebagai kontaminasi silang, yaitu perpindahan bakteri dari bahan mentah ke permukaan atau bahan lain yang sebenarnya sudah bersih.
BACA JUGA:Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Rejang Lebong Tembus Rp6,4 Miliar
BACA JUGA:Pastikan Tak Ada Intervensi, Kejari Terus Bidik Aktor di Balik Tiga Korupsi Jumbo Rejang Lebong
Ayam mentah memang diketahui berpotensi mengandung bakteri seperti Campylobacter dan Salmonella. Kedua bakteri ini merupakan penyebab umum keracunan makanan. Infeksi dapat terjadi apabila bakteri masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak hingga suhu aman atau melalui bahan lain yang terkontaminasi. Gejala yang muncul bisa berupa diare, mual, muntah, demam, hingga kram perut. Pada kondisi tertentu, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi dapat menjadi lebih serius.
Penelitian menunjukkan bahwa derasnya aliran air dan posisi keran yang cukup tinggi justru memperluas jangkauan percikan. Tekstur ayam yang lunak membuat air mudah memantul dan menyebarkan bakteri hingga lebih dari satu meter dari sumbernya. Tanpa disadari, bakteri dapat menempel pada peralatan makan atau bahan pangan lain yang tidak akan melalui proses pemanasan, seperti lalapan atau buah-buahan.
Sebagian masyarakat mencoba cara alternatif, misalnya mencuci ayam dengan tambahan perasan lemon, cuka, atau garam. Cara ini diyakini dapat membunuh kuman dan mengurangi bau amis. Namun, berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa metode tersebut tidak efektif menghilangkan bakteri secara menyeluruh. Bakteri tetap dapat bertahan pada permukaan maupun bagian dalam daging.
Sebenarnya, proses pemotongan, pembersihan, dan pengemasan ayam di fasilitas modern telah mengikuti standar kebersihan yang ketat. Pengawasan mutu dilakukan untuk memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen berada dalam kondisi layak konsumsi. Oleh karena itu, pencucian tambahan sebelum memasak tidak lagi menjadi kebutuhan utama.
BACA JUGA:Sering Ditaruh di Kamar Mandi, 5 Produk Kecantikan Ini Cepat Rusak Karena Lembap
BACA JUGA:Mengapa Tetesan Air Bisa Membuat Layar HP Tidak Terkendali? Ini Jawabannya
Langkah paling aman justru memastikan ayam dimasak hingga matang sempurna. Suhu tinggi saat proses memasak, umumnya mencapai minimal 75 derajat Celsius pada bagian terdalam daging, efektif membunuh bakteri berbahaya. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dapur dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah memegang ayam mentah, membersihkan talenan serta peralatan masak dengan air panas dan sabun, serta memisahkan bahan mentah dari makanan siap santap.
Apabila seseorang tetap ingin mencuci ayam karena alasan tertentu, sebaiknya gunakan wadah berisi air, bukan membilasnya langsung di bawah keran. Hindari percikan air, dan segera bersihkan area dapur setelahnya dengan cairan pembersih atau disinfektan. Langkah ini dapat membantu meminimalkan risiko penyebaran bakteri.
Sumber: