Pemkab Optimis 2023 Angka Stunting Terus Turun

Selasa 07-02-2023,00:00 WIB
Reporter : ARI MUHAMMAD RIDWAN
Editor : BELA

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Sebagaimana diketahui angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2022 lalu menurun.

Penurunan angka stunting tersebut turun sebesar 5,6 persen dari angka stunting tahun 2021.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) optimis dan yakin bahwa di tahun 2023 angka tersebut akan terus menurun.

"Kami optimis tahun ini bisa kembali menurunkan angka stunting di Rejang Lebong. Dimana akhir tahun lalu kita sudah berhasil menurunkan angka stunting dari tahun 2021 sebesar 26 persen menjadi 20,2 persen," sampai Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Effendi.

BACA JUGA:Pemkab Optimis Angka Stunting Terus Turun

BACA JUGA:Angka Stunting Turun 5,6 Persen

Adapun upaya-upaya yang bakal dilakukan Pemkab Rejang Lebong untuk bisa menurunkan angka stunting, sebut dia, program keluarga berencana (KB), posyandu yang dilakukan setiap desa/kelurahan, peningkatan gizi masyarakat melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan status gizi anak yang tahun lalu pernah dilakukan Dinas Kesehatan, pemberian tablet tambah darah (TTD).

Selanjutnya, melalui Dinas PUPRPKP pemerintah membangun infrastruktur air minum dan sanitasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dari Dinas PMD terdapat DD yang didalamnya ada sekian persen untuk penanganan stunting, dan lain sebagainya.

"Ada banyak upaya yang sudah dilakukan Pemkab Rejang Lebong di tahun lalu seperti yang disebutkan di atas, dan di tahun ini semua itu akan terus dilanjutkan. Dengan harapan angka stunting di daerah kita bisa terus menurun," terangnya.

BACA JUGA:Anggaran Stunting Nol, Pemkab Kepahiang Terapkan Program Ortu Asuh

BACA JUGA:Kasus Stunting Tertinggi di Provinsi Bengkulu, Wabup : Harus Ada Evaluasi Besar-besaran

Zulfan menjelaskan, secara khusus memang tidak ada target khusus berapa angka stunting yang bakal diupayakan turun.

Namun yang jelas semua pihak akan berusaha lebih optimal lagi dengan program-program yang ada.

Masih dikatakan Zulfan, penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2022 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menduduki peringkat ketiga atau empat se Provinsi Bengkulu.

Diantaranya posisi pertama ditempati oleh Kabupaten Kaur dengan prevalensi stunting sebesar 12,4 persen, lalu Kota Bengkulu sebesar 12,9 persen, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong sama-sama 20,2 persen.

Kategori :