Inilan Alasan Mengapa Bekerja di Bawah Tekanan itu Tidak Sehat

Rabu 05-02-2025,19:00 WIB
Reporter : Mudrik
Editor : Desi AP

Meskipun banyak orang percaya bahwa tekanan dapat meningkatkan produktivitas, kenyataannya adalah stres yang berlebihan justru bisa menghambat kinerja. Ketika kita merasa tertekan, kita cenderung kurang fokus dan mudah teralihkan.

Selain itu, kemampuan kita untuk berpikir kreatif juga terganggu, karena otak lebih sibuk memproses stres daripada menemukan solusi inovatif. Akibatnya, meskipun kita bekerja lebih keras, hasilnya bisa jadi tidak sebaik yang diharapkan.

 

4. Menurunkan Kesehatan Fisik

Tekanan pekerjaan yang berkelanjutan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik. Stres yang dialami dapat memicu masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung, gangguan pencernaan, dan bahkan masalah pada sistem kekebalan tubuh.

Ketika tubuh terus-menerus dipaksa untuk berada dalam keadaan "fight or flight" karena stres, berbagai organ tubuh bisa terpengaruh. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit.

BACA JUGA:Tanda Kamu Terobsesi dengan Pekerjaan Buat Hidup Jadi Gak Seimbang

BACA JUGA:Tips Persiapan Kerja yang Sering Disepelekan

 

5. Meningkatkan Risiko Kelelahan (Burnout)

Bekerja di bawah tekanan yang terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang dikenal dengan istilah burnout. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun emosional, hingga kehilangan semangat dan motivasi untuk bekerja.

Burnout tidak hanya merusak kinerja, tetapi juga mengganggu kehidupan pribadi seseorang, karena seseorang yang mengalami burnout sering kali merasa tidak mampu untuk menghadapi tanggung jawab apa pun.

 

6. Memengaruhi Hubungan Sosial

Tekanan pekerjaan yang berlebihan juga bisa mempengaruhi hubungan sosial, baik dengan rekan kerja maupun keluarga. Ketika seseorang merasa tertekan, ia mungkin menjadi mudah tersinggung atau kurang sabar.

Ini bisa menciptakan ketegangan dalam hubungan interpersonal, yang pada gilirannya bisa memperburuk kondisi mental dan emosional. Pada akhirnya, hal ini menciptakan siklus stres yang sulit untuk dihentikan.

Kategori :

Terpopuler