Tangis Haru Pecah, 39 Siswa Bermasalah Lulus dari Barak Usai Jalani Pendidikan

Selasa 20-05-2025,12:00 WIB
Reporter : Dinda
Editor : Desi AP

CURUPEKSPRESS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi tempat pembinaan siswa bermasalah di barak militer. Sebanyak 39 pelajar tinggkat SMP dikembalikan kepada orang tua masing-masing pada Minggu (18/5/2025). Seusai mengikuti pendidikan berkarakter bela negara di Markas Residen Armed 1/Sthira Yudha Purwakarta.

Tangis haru pecah saat orang tua siswa datang menjemput para anak-anak mereka. "Alhamdulillah di barak militer ini, semoga cucu saya bisa berubah" ujar Enok Kartisam, nenek dari salah satu siswa.

BACA JUGA:SPMB 2025! Yuk Simak Penerimaan Siswa Baru SD yang Lebih Inklusif dan Transparan

BACA JUGA:Peluang Emas! Beasiswa Kuliah Gratis di Jepang 2026 dengan Tunjangan Rp13,8 Juta per Bulan, Ini Persyaratannya

 

"Alhamdulillah, setelah menjalani pendidikan berkarakter bela negara selama 14 hari akhirnya mereka (para pelajar) bisa pulang", ujar Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, seperti dikutip pada Minggu 18 Mei 2025.

Meski  masa pendidikan di barak telat selesai, Saepul menegaskan pembinaan  terhadap para siswa tersebut tidak akan berhenti.  Dalam dua pekan ke depan, akan di lakukan sesi lanjutan berupa penyegaran agar perubahan sikap mereka bisa terus berlanjut.

Saepul mengatakan para pelajar yang mengikuti pendidikan berkarakter sebelumnya dikenal nakal karna terlibat mengkonsumsi minuman keras, bolos sekolah, bahkan tawuran. 

BACA JUGA: Sekolah Diminta Terus Perkuat Nilai Religius Siswa

BACA JUGA:Sidak SMKN 5 Kepahiang, Dewan Pastikan Uang Magang Siswa Segera Dikembalikan

 

Dengan program pendidikan yang digelar di barak militer, menurut nya, bisa mengubah mereka menjadi lebih disiplin, karena mereka menulis janji pada diri sendiri, orang tua, lingkungan dan tuhan.

Program pendidikan berkarakter ini juga diawasi komisi perlindungan anak Indonesia Daerah (KPAID).

*) Penulis merupakan peserta magang di Curup Ekspress Online

Kategori :