Tips Praktis Menyimpan Jagung agar Tidak Cepat Rusak

Rabu 28-01-2026,19:01 WIB
Reporter : Lola A
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer di berbagai kalangan. Selain mudah ditemukan, jagung juga kerap menjadi hidangan favorit, terutama saat momen kebersamaan seperti perayaan Tahun Baru, acara keluarga, atau sekadar camilan sehari-hari. Rasa manis alaminya yang khas dipadukan dengan tekstur renyah membuat jagung cocok diolah menjadi beragam sajian, mulai dari jagung bakar, jagung rebus, sup, hingga campuran aneka masakan. Namun di balik kelezatannya, jagung segar memiliki sifat mudah rusak apabila tidak disimpan dengan cara yang tepat.

Jagung mengandung kadar air dan gula alami yang cukup tinggi. Setelah dipanen, gula dalam biji jagung secara perlahan akan berubah menjadi pati. Proses alami ini sebenarnya tidak bisa dihentikan sepenuhnya, tetapi dapat diperlambat dengan penyimpanan yang benar. Jika jagung dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang tanpa perlakuan khusus, bijinya akan kehilangan kelembapan, menjadi kering, keriput, dan rasa manisnya pun berkurang drastis. Inilah alasan mengapa jagung yang tidak disimpan dengan baik sering terasa hambar dan teksturnya tidak lagi segar.

Untuk menjaga kualitas jagung, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyimpannya bersama kulitnya. Kulit jagung berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu mempertahankan kelembapan dan rasa manis biji jagung. Jika jagung akan segera digunakan dalam waktu satu hingga dua hari, menyimpannya di suhu ruang dengan kulit masih utuh masih tergolong aman.

BACA JUGA:Konflik Agraria di Kawasan Hutan, Ini Langkah Konkret ATR/BPN

BACA JUGA:Agar Tanah Warisan Aman Secara Hukum, Ini Cara Balik Nama Sertipikat

Namun, untuk penyimpanan yang sedikit lebih lama, jagung sebaiknya diletakkan di dalam kulkas, tepatnya di laci khusus sayuran. Suhu dingin akan memperlambat perubahan gula menjadi pati sehingga rasa manisnya dapat bertahan lebih lama.

Bagi jagung yang sudah terlanjur dikupas, menjaga kelembapan menjadi hal yang sangat penting. Jagung kupas dapat dibungkus menggunakan plastik atau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang diberi lubang kecil untuk sirkulasi udara. Alternatif lain yang tak kalah efektif adalah membungkus jagung dengan tisu atau kain yang sedikit dibasahi. Cara ini membantu mencegah biji jagung menjadi kering dan mengerut selama penyimpanan.

Menyimpan jagung di dalam kulkas merupakan pilihan terbaik jika tidak langsung dimasak. Suhu dingin mampu menekan aktivitas enzim yang mempercepat perubahan gula menjadi pati. Dengan penyimpanan yang tepat di kulkas, jagung segar dapat bertahan beberapa hari lebih lama dibandingkan jika dibiarkan di suhu ruang. Namun, satu hal yang perlu dihindari adalah mencuci jagung sebelum disimpan. Air sisa pencucian dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Jagung sebaiknya dicuci hanya sesaat sebelum akan dimasak agar kualitasnya tetap terjaga.

BACA JUGA:Mengenal Blue Matcha, Minuman Kekinian Bebas Kafein yang Menenangkan

BACA JUGA: Jerawat Dahi Membandel Bisa Berasal dari Sampo, Ini Fakta yang Jarang Diketahui

Untuk kebutuhan penyimpanan jangka panjang, metode blansir dan pembekuan adalah solusi paling efektif. Proses blansir dilakukan dengan merebus jagung selama beberapa menit, lalu langsung merendamnya dalam air es. Cara ini membantu menghentikan kerja enzim perusak, mempertahankan warna, serta menjaga rasa dan tekstur jagung. Jagung yang sudah diblansir dapat disimpan dalam freezer hingga berbulan-bulan tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.

Jagung rebus pun memerlukan perlakuan khusus agar tidak cepat basi. Setelah direbus, jagung harus didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah tertutup di kulkas. Dengan cara ini, jagung rebus dapat bertahan beberapa hari. Bahkan, jika dibekukan, jagung rebus bisa menjadi stok praktis yang siap digunakan kapan saja.

Menariknya, jagung yang sudah tampak keriput pun masih bisa diselamatkan. Dengan merendamnya dalam air selama beberapa jam atau semalaman, kelembapan biji jagung dapat kembali pulih sehingga teksturnya menjadi lebih segar dan layak diolah.

Jagung merupakan bahan pangan lezat dan serbaguna, tetapi mudah kehilangan kualitas jika tidak disimpan dengan benar. Memahami cara penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan rasa manis, tekstur, dan kesegarannya. Dengan penanganan yang tepat, jagung tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap aman dan nikmat dikonsumsi kapan saja.  

 

Kategori :