Bukan Sekadar Diet, Ini Pola Makan Seimbang yang Disarankan Ahli Gizi di 2026

Rabu 28-01-2026,11:46 WIB
Reporter : Lola A
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Memasuki tahun 2026, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat terus meningkat. Fokusnya tidak lagi semata pada pengurangan kalori atau jenis diet tertentu, melainkan pada keseimbangan nutrisi yang bisa diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Pola makan yang mengandung cukup protein dan serat dari pagi hingga malam dinilai lebih realistis, mudah dijalani, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.

Pandangan ini disampaikan oleh peneliti protein Stuart Phillips, yang menilai bahwa banyak orang sebenarnya sudah berusaha makan lebih sehat. Namun, kesalahan umum masih sering terjadi, terutama dalam pembagian asupan nutrisi di setiap waktu makan. Akibatnya, kebutuhan gizi harian tidak terpenuhi secara optimal.

Phillips mengungkapkan bahwa waktu makan yang paling sering kekurangan protein justru adalah sarapan. Hal ini terjadi karena menu pagi hari cenderung didominasi karbohidrat sederhana, seperti roti putih atau makanan manis. Padahal, menurutnya, sarapan seimbang berperan besar dalam menjaga rasa kenyang lebih lama dan membantu kestabilan energi sepanjang hari. Temuan ini kemudian menjadi dasar penyusunan panduan menu harian berbasis prinsip diet Mediterania, yang menekankan keseimbangan dan keberagaman bahan makanan.

BACA JUGA:Konflik Agraria di Kawasan Hutan, Ini Langkah Konkret ATR/BPN

BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pelayanan, ATR/BPN Susun Program Pelatihan SDM Berkelanjutan

Berikut adalah rangkaian pola makan seimbang dari pagi hingga malam yang dapat diterapkan secara sederhana :

1. Awali Hari dengan Sarapan Kaya Protein dan Serat

Sarapan merupakan fondasi penting untuk memulai hari. Kekurangan protein di pagi hari dapat membuat seseorang cepat lapar dan cenderung mengonsumsi makanan berlebihan pada waktu makan berikutnya. Oleh karena itu, sarapan sebaiknya mengandung kombinasi protein dan serat.

Menu yang disarankan antara lain telur rebus atau telur dadar yang dipadukan dengan sayuran seperti bayam dan tomat, serta roti gandum utuh. Alternatif lain yang ringan namun mengenyangkan adalah yogurt tawar dengan tambahan buah segar. Oat juga bisa menjadi pilihan praktis yang kaya serat dan membantu menjaga energi tetap stabil.

BACA JUGA:Toyota bZ3 Smart Home Edition Resmi Meluncur, Ini Performa, Fitur, dan Harganya

BACA JUGA: Ramadhan 2026 Tinggal Hitungan Minggu, Utang Puasa Bisa Lunas dengan Cara Ini

2. Perbanyak Sayuran dan Kacang-Kacangan Saat Makan Siang

Makan siang menjadi waktu strategis untuk memenuhi kebutuhan serat harian yang sering kali masih kurang. Peneliti nutrisi Kevin Hall menekankan bahwa cara paling mudah meningkatkan asupan serat adalah dengan menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam setiap hidangan.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi sayuran membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung kesehatan pencernaan, bahkan ketika menggunakan bahan tambahan seperti saus salad kemasan. Selain sayuran, kacang-kacangan juga direkomendasikan oleh ahli gizi Kylie Sakaida sebagai sumber serat yang efektif dan ekonomis.

Mengonsumsi sekitar satu cangkir kacang setiap hari dikaitkan dengan penurunan peradangan serta kadar kolesterol jahat, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan jantung.

Kategori :