CURUPEKSPRESS.COM - Berbuka puasa merupakan salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar, haus, dan berbagai godaan. Tidak sedikit orang yang memilih makanan atau minuman manis sebagai hidangan pembuka, karena rasa manis dianggap mampu dengan cepat mengembalikan energi tubuh. Salah satu pilihan yang cukup populer di tengah masyarakat adalah minuman bersoda, terutama dalam keadaan dingin. Sensasi segar, manis, dan berkarbonasi sering kali dianggap sangat melegakan setelah berpuasa seharian.
Minuman bersoda memang memiliki daya tarik tersendiri. Kandungan gula di dalamnya dapat memberikan suplai energi instan bagi tubuh yang telah lama kekurangan asupan kalori. Selain itu, beberapa jenis minuman soda mengandung kafein yang dapat membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan. Sensasi karbonasi yang dihasilkan dari gas juga memberikan efek menyegarkan, sementara rasa manisnya dapat memicu perasaan senang secara psikologis. Tidak heran jika banyak orang merasa lebih bersemangat sesaat setelah mengonsumsinya.
Namun, di balik efek segar yang dirasakan, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Kondisi ini biasanya diikuti dengan penurunan energi yang drastis setelahnya. Akibatnya, tubuh justru bisa terasa lemas, mengantuk, atau tidak bertenaga tidak lama setelah berbuka. Hal inilah yang sering dialami sebagian orang setelah mengonsumsi soda saat berbuka puasa.
BACA JUGA: Sering Ngopi Takeaway ? Waspadai Risiko Mikroplastik dari Gelas Sekali Pakai
BACA JUGA: Inilah Cara Mengecas HP yang Dianjurkan agar Baterai Tetap Awet
Selain itu, minuman bersoda dikonsumsi saat perut masih kosong berisiko menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Kandungan gas dan sifat asam dalam soda dapat menyebabkan perut kembung, rasa begah, hingga nyeri lambung. Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan lambung, seperti maag, kebiasaan ini tentu perlu dihindari karena dapat memperparah kondisi kesehatan.
Dari sisi kesehatan jangka panjang, konsumsi minuman bersoda secara berlebihan juga tidak dapat dianggap sepele. Tingginya kadar gula dan kalori berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas, diabetes melitus, serta penyakit kardiovaskular. Kandungan kafein di dalamnya pun berpotensi mengganggu kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi pada malam hari. Padahal, selama menjalani ibadah puasa, tubuh sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar tetap bugar dan mampu menjalankan aktivitas dengan optimal.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan umumnya menyarankan agar minuman bersoda tidak dijadikan pilihan utama saat berbuka puasa. Air putih tetap menjadi minuman terbaik untuk membatalkan puasa karena berfungsi menggantikan cairan tubuh yang hilang dan membantu mengatasi dehidrasi. Selain itu, jus buah alami tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif yang lebih sehat karena mengandung vitamin, mineral, serta serat yang bermanfaat bagi tubuh.
BACA JUGA: 10 Manfaat Jeruk Nipis untuk Rambut Sehat, Kuat, dan Berkilau Secara Alami
BACA JUGA:Radang Amandel Sering Menyerang Anak, Ini Penjelasan dan Penanganannya
Pilihan lainnya adalah teh herbal, seperti chamomile atau peppermint, yang dikenal dapat memberikan efek menenangkan dan membantu pencernaan. Minuman-minuman tersebut tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mendukung keseimbangan tubuh setelah berpuasa seharian.
Dengan memilih minuman yang lebih sehat, seperti air putih, jus buah alami, atau teh herbal, momen berbuka puasa tidak hanya menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh sepanjang bulan Ramadhan. (Lola Anggraeni)