CURUPEKSPRESS.COM - Pernahkah Anda mendengar tentang diet kesuburan? Istilah ini merujuk pada pola makan yang dirancang untuk mendukung kesehatan reproduksi dan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Pada dasarnya, diet kesuburan bukanlah pola makan yang bersifat ekstrem atau membatasi secara ketat, melainkan penyesuaian gaya hidup sehat yang berfokus pada asupan gizi seimbang. Prinsipnya sederhana, tubuh yang sehat memiliki peluang lebih baik untuk mempersiapkan dan mempertahankan kehamilan.
Menurut berbagai sumber kesehatan, pola makan untuk menunjang kesuburan tidak jauh berbeda dari pola makan sehat pada umumnya. Asupan nutrisi yang tepat membantu menjaga keseimbangan hormon, mendukung proses ovulasi, serta menciptakan lingkungan tubuh yang optimal untuk pembuahan. Bahkan, para ahli gizi menyarankan agar perempuan yang sedang merencanakan kehamilan mulai "makan seolah-olah sudah hamil" sebagai bentuk persiapan sejak dini.
BACA JUGA:Bocoran Harga Infinix Note 60 Pro Terungkap, Ini Jadwal Rilis dan Fitur Andalannya
Berikut ini adalah beberapa kelompok makanan yang dianjurkan dalam diet kesuburan.
• Buah dan sayuran segar
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang sangat penting bagi kesehatan reproduksi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans dan protein hewani berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan ovulasi. Sebaliknya, asupan zat besi, serat, serta protein nabati dari sayuran justru mendukung kualitas diet kesuburan.
Disarankan agar setengah piring makan diisi oleh buah dan sayuran pada setiap waktu makan. Beberapa jenis, seperti semangka dan asparagus, diketahui mengandung glutathione yang berperan dalam menjaga kualitas sel telur. Sayuran hijau seperti kale juga mendukung metabolisme estrogen. Jika kurang menyukai sayuran mentah, Anda dapat mengolahnya menjadi jus segar tanpa tambahan gula.
• Lemak sehat berbasis nabati
Tidak semua lemak berdampak buruk bagi tubuh. Lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda justru diperlukan untuk menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi peradangan. Sumber lemak sehat dapat ditemukan pada alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta minyak biji anggur.
BACA JUGA:Dua Mantan Pejabat Rejang Lebong Diperiksa Jaksa Terkait Kasus Ini
BACA JUGA:PNS di Rejang Lebong Diusulkan Naik Pangkat ke BKN
Pola makan yang bersifat antiinflamasi diketahui dapat membantu meningkatkan kesuburan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi lemak tak jenuh tunggal dalam jumlah cukup dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung. Oleh karena itu, penting untuk mengganti lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak sehat dalam menu harian.
• Karbohidrat kompleks
Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Namun, jenis karbohidrat yang dikonsumsi perlu diperhatikan. Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, dan nasi putih mudah meningkatkan kadar gula darah. Lonjakan gula darah memicu peningkatan insulin yang dapat mengganggu proses ovulasi.