Sebagai alternatif, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, quinoa, millet, atau amaranth. Biji-bijian utuh kaya akan vitamin B, vitamin E, dan serat yang membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
• Protein berkualitas
Protein berfungsi sebagai zat pembangun jaringan dan berperan dalam pembentukan hormon. Sumber protein hewani rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, telur, serta daging tanpa lemak dapat menjadi pilihan. Selain itu, protein nabati dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan juga sangat dianjurkan karena dapat menurunkan risiko gangguan ovulasi. Mengombinasikan protein hewani dan nabati secara seimbang akan memberikan manfaat optimal bagi tubuh selama masa persiapan kehamilan.
BACA JUGA:PNS di Rejang Lebong Diusulkan Naik Pangkat ke BKN
BACA JUGA:Air Rebusan Ini Penakluk Insomnia!
• Produk susu secara bijak
Produk susu dapat menjadi bagian dari diet kesuburan, terutama bagi yang tidak memiliki intoleransi laktosa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu murni atau produk susu berlemak dalam jumlah wajar lebih baik dibandingkan susu rendah lemak yang dikonsumsi berlebihan. Namun, jika mengalami kesulitan hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan kebutuhan konsumsi susu yang tepat. Pastikan pula asupan kalsium tetap terpenuhi.
Selain memperhatikan jenis makanan, penting juga untuk mengonsumsi multivitamin yang mengandung minimal 400 mikrogram asam folat dan zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Asam folat berperan penting dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin. Di samping itu, menjaga variasi menu serta mengetahui masa subur akan semakin meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan.
Diet kesuburan bukanlah metode instan untuk mendapatkan kehamilan, melainkan upaya membangun fondasi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan mengutamakan buah dan sayuran, lemak sehat, karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta konsumsi susu secara bijak, tubuh akan lebih siap menjalani proses pembuahan. Disertai pengaturan waktu yang tepat dan konsultasi medis bila diperlukan, pola makan sehat ini dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mewujudkan kehamilan yang diharapkan.