Bumbu matang ditandai dengan warna lebih pekat, tekstur lembut, dan minyak yang naik ke permukaan. Tidak ada lagi aroma mentah. Tanda visual dan aroma lebih akurat dibanding mengandalkan durasi tertentu.
7. Jangan Menambahkan Air atau Bahan Utama Sebelum Bumbu Matang
Cairan yang masuk terlalu cepat menurunkan suhu wajan sehingga proses penumisan terhenti. Hal ini membuat aroma bumbu tidak keluar maksimal dan rasa masakan terasa mentah. Pastikan minyak sudah terpisah dari bumbu sebagai tanda bahwa aromanya sudah keluar sempurna.
8. Pilih Jenis dan Takaran Minyak yang Tepat
Gunakan minyak bertitik asap tinggi seperti minyak kelapa, kanola, atau jagung agar tidak mudah terbakar. Jumlah minyak harus cukup untuk melapisi dasar wajan. Terlalu sedikit membuat bumbu cepat kering, sementara terlalu banyak membuat masakan terasa berminyak.
9. Samakan Ukuran Potongan Bumbu
Irisan bumbu yang tidak seragam menyebabkan sebagian cepat gosong dan sebagian lagi masih mentah. Gunakan pisau tajam agar hasil potongan rapi dan ukurannya seragam. Potongan yang merata membuat bumbu matang bersamaan dan aromanya keluar lebih stabil.
10. Segera Lanjutkan ke Tahap Berikut Setelah Bumbu Matang
Begitu bumbu matang, harum, dan minyak terpisah, segera tambahkan bahan utama. Jika dibiarkan terlalu lama, bumbu bisa overcook dan menimbulkan rasa pahit. Ketepatan waktu menjaga aroma tetap tajam dan rasa masakan lebih menyatu.