CURUPEKSPRESS.COM - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu terus menjadi perhatian berbagai pihak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah serta kelompok rentan. Dalam upaya menjaga kualitas dan kelancaran pelaksanaannya, Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu, Gloria Erysa Meilinda Situmorang, mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya program tersebut.
Gloria menyampaikan bahwa masyarakat dapat melaporkan berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan program MBG. Untuk mempermudah proses pelaporan, pihaknya telah membuka layanan pengaduan masyarakat melalui program bertajuk "Lapor Bu Kareg Bengkulu".
Layanan ini dapat diakses melalui nomor 0851-1700-5055. Melalui saluran tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung apabila menemukan masalah di lapangan.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Cabang Curup Tetap Layani Masyarakat Selama Libur Idulfitri 2026
BACA JUGA:Jalani Pemeriksaan 1x24 Jam di Gedung Merah Putih, Wabup Rejang Lebong Akhirnya Dilepas KPK
Menurut Gloria, keberadaan layanan pengaduan ini bertujuan agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Dengan adanya sistem pelaporan yang terbuka, pelaksanaan program dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pengawasan dari masyarakat merupakan salah satu bentuk dukungan penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para penerima.
Berbagai jenis permasalahan dapat dilaporkan melalui layanan tersebut. Misalnya, menu makanan yang tidak layak konsumsi, porsi makanan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, kualitas makanan yang kurang baik, hingga kendala distribusi dan pelayanan di sekolah atau posyandu. Gloria menekankan bahwa laporan dari masyarakat akan sangat membantu dalam melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan program.
BACA JUGA: Waspada HOAX Soal Program Pemutihan Sertipikat Tanah, Ini Kata Kementerian ATR/BPN
BACA JUGA: Terminal Simpang Nangka Siap Layani Pemudik, Operator Bus Bertambah
Agar laporan dapat diproses secara cepat dan tepat, masyarakat diimbau untuk menyertakan informasi yang lengkap. Informasi tersebut antara lain nama SPPG yang bertugas, lokasi sekolah atau posyandu tempat program berlangsung, serta penjelasan rinci mengenai kendala yang ditemukan. Dengan data yang jelas, pihak pengelola dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri memiliki tujuan yang sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia. Menurut data dari World Health Organization (WHO), asupan gizi yang cukup dan seimbang pada masa pertumbuhan sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kecerdasan, serta daya tahan tubuh anak. Kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat berdampak pada penurunan kemampuan belajar, gangguan pertumbuhan, hingga meningkatnya risiko penyakit.
Hal serupa juga disampaikan oleh UNICEF yang menegaskan bahwa pemenuhan gizi pada anak-anak merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan. Program pemberian makanan bergizi di sekolah dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal.
BACA JUGA:Usai Bupati Fikri Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Warga Rejang Lebong Terbelah
BACA JUGA:Baru Saja Terjadi di Rejang Lebong, Apa Itu OTT KPK?
Di Indonesia, upaya peningkatan gizi masyarakat juga menjadi perhatian serius pemerintah melalui berbagai program kesehatan dan pendidikan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Oleh karena itu, program seperti MBG menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan makanan yang sehat dan bergizi.