CURUPEKSPRESS.COM - Tanpa banyak disadari, pilihan makanan dan minuman sehari-hari ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis, khususnya dalam memicu peningkatan hormon stres kortisol. Hormon ini secara alami diproduksi tubuh sebagai respons terhadap tekanan.
Namun jika kadarnya terlalu tinggi dan berlangsung lama, dampaknya dapat mengganggu kesehatan secara menyeluruh.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan modern yang cenderung tinggi gula, lemak, dan makanan olahan, berkaitan erat dengan meningkatnya respons stres dalam tubuh. Tidak hanya memengaruhi suasana hati, kondisi ini juga berpotensi memicu gangguan kesehatan jangka panjang, seperti peradangan kronis, gangguan tidur, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis asupan yang berpotensi meningkatkan kadar kortisol agar dapat dikonsumsi secara lebih bijak.
Berikut delapan jenis makanan dan minuman yang perlu diperhatikan:
• Kafein
Kafein dikenal sebagai zat yang mampu meningkatkan energi dan konsentrasi secara cepat. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat merangsang produksi hormon stres. Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak, yaitu zat yang memicu rasa lelah. Akibatnya, tubuh menjadi lebih waspada dan memproduksi hormon seperti adrenalin serta kortisol.
Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kortisol secara signifikan dibandingkan minuman berkafein lainnya.
• Gula Tambahan
Makanan tinggi gula seperti permen, kue, dan es krim dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah dalam waktu singkat. Kondisi ini memaksa tubuh bekerja ekstra untuk menyeimbangkan kadar gula, sehingga memicu peningkatan kortisol. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi untuk mengurangi risiko gangguan metabolisme dan stres.
• Jus Buah
Meski dianggap sehat, jus buah tetap mengandung gula dalam jumlah tinggi, terutama jika dikonsumsi tanpa serat alami buah utuh. Dalam bentuk cair, gula lebih cepat diserap tubuh sehingga berpotensi meningkatkan respons stres. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa jus tertentu, seperti jus anggur, memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.
• Biji-bijian Olahan
Produk seperti roti putih, nasi putih, dan pasta termasuk dalam kategori biji-bijian olahan. Proses pengolahan mengurangi kandungan serat yang berfungsi memperlambat penyerapan gula. Akibatnya, terjadi lonjakan gula darah yang dapat memicu peningkatan kortisol. Para ahli gizi menyarankan untuk mengganti dengan biji-bijian utuh yang lebih kaya nutrisi.
• Makanan Tinggi Kalori