Mengenal Boy Kibble, Tren Makan Ala "Dog Food" yang Ramai di TikTok
Mengenal Boy Kibble, Tren Makan Ala "Dog Food" yang Ramai di TikTok-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Tren makanan sederhana bertajuk "boy kibble" tengah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Istilah ini merujuk pada pola makan yang mengandalkan kombinasi nasi putih dan daging cincang, yang dikonsumsi secara berulang dalam beberapa hari.
Meski terdengar unik bahkan terkesan jenaka karena terinspirasi dari komposisi makanan anjing, tren ini justru menarik perhatian banyak orang, terutama di tengah meningkatnya harga bahan pangan.
Fenomena ini bermula dari kebiasaan sejumlah pengguna media sosial yang membagikan menu hemat mereka. Dalam kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi pengeluaran, banyak orang mulai mencari alternatif makanan yang murah, mudah dibuat, dan tetap mengenyangkan. "Boy kibble" kemudian muncul sebagai solusi praktis yang dianggap mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Salah satu pelaku tren ini adalah seorang binaragawan asal Amerika Serikat yang mengaku mengonsumsi menu tersebut hampir setiap hari. Ia menyebutkan bahwa makanan ini menjadi bagian dari rutinitasnya karena mudah dimasak, hemat biaya, serta dapat disiapkan dalam jumlah besar untuk beberapa hari ke depan. Dengan waktu memasak yang relatif singkat, pola makan ini dinilai efisien, terutama bagi individu dengan aktivitas padat seperti mahasiswa atau pekerja.
Dari sudut pandang gizi, kombinasi nasi dan daging sebenarnya mengandung dua komponen utama yang dibutuhkan tubuh, yakni karbohidrat dan protein. Karbohidrat dari nasi berfungsi sebagai sumber energi utama, sedangkan protein dari daging berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot. Hal ini sejalan dengan panduan gizi seimbang yang menekankan pentingnya asupan makronutrien dalam pola makan sehari-hari.
Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa pola makan yang monoton berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Menurut pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prinsip "Isi Piringku" menekankan pentingnya variasi makanan, termasuk sayuran, buah-buahan, protein, dan karbohidrat dalam proporsi yang seimbang. Konsumsi makanan yang sama secara terus-menerus tanpa variasi dapat menyebabkan kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.
Seorang ahli gizi menilai bahwa tren "boy kibble" dapat menjadi contoh menu praktis yang cukup seimbang, asalkan dilengkapi dengan komponen lain. Penambahan sayuran seperti brokoli, wortel, atau bayam dapat meningkatkan kandungan serat dan vitamin. Selain itu, mengganti nasi putih dengan beras merah atau sumber karbohidrat kompleks lainnya juga dapat membantu menjaga kestabilan gula darah.
Di sisi lain, tenaga medis mengingatkan bahwa konsumsi daging merah secara berlebihan, terutama dalam jangka panjang, berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan memicu penyakit kardiovaskular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan pembatasan konsumsi daging olahan dan daging merah untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, variasi sumber protein seperti ayam, ikan, telur, atau kacang-kacangan sangat dianjurkan.
Tren "boy kibble" pada dasarnya mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi sekaligus gaya hidup modern yang serba cepat. Di satu sisi, pola makan ini menawarkan kemudahan, efisiensi, dan keterjangkauan. Namun di sisi lain, tanpa pengelolaan yang tepat, pola makan tersebut berpotensi mengabaikan prinsip gizi seimbang.
Sumber: