Kulit Tetap Kenyal dan Terhidrasi di Bulan Puasa? Ini Tips Lengkapnya!
Tetes mata--
CURUPEKSPRESS.COM - Menjaga kesehatan kulit selama berpuasa sering kali menjadi tantangan tersendiri. Berkurangnya asupan cairan selama kurang lebih 12 jam atau lebih dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk kulit. Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E., menjelaskan bahwa penggunaan produk perawatan kulit yang tepat dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit selama bulan puasa, tentu dengan tetap diimbangi pemenuhan cairan tubuh yang cukup.
Menurutnya, hidrasi merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan kulit. Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit dapat menjadi lebih kering. Jika kondisi ini dibiarkan, lapisan terluar kulit (skin barrier) bisa terganggu. Saat skin barrier melemah, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, kemerahan, rasa perih, bahkan munculnya jerawat atau breakout. Oleh karena itu, menjaga kelembapan kulit bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut fungsi perlindungan alami kulit terhadap paparan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa secara umum tidak ada perbedaan mendasar antara rutinitas perawatan kulit saat berpuasa dan saat tidak berpuasa. Namun, perubahan kondisi hidrasi tubuh dapat berdampak pada kondisi kulit. Itulah sebabnya, penggunaan pelembap (moisturizer) menjadi langkah yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Pelembap bekerja dengan cara mengunci air di permukaan kulit sehingga membantu mencegah penguapan berlebihan yang dapat menyebabkan kekeringan.
Pemilihan pelembap sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit masing-masing. Bagi pemilik kulit normal hingga kering, pelembap dengan kandungan humektan seperti gliserin atau hyaluronic acid dapat membantu menarik dan mempertahankan air di kulit. Sementara itu, bagi kulit berminyak atau rentan berjerawat, pilihlah pelembap bertekstur ringan dan non-komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori. Waktu terbaik untuk mengaplikasikan pelembap adalah ketika kulit dalam keadaan sedikit lembap, misalnya setelah mandi, berwudhu, atau mencuci wajah. Pada kondisi tersebut, kadar air di kulit masih cukup sehingga pelembap dapat bekerja lebih optimal.
Selain perawatan dari luar, faktor terpenting tetap berasal dari dalam tubuh. Riva menekankan bahwa kadar air dalam tubuh sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kesehatan kulit selama menjalani puasa. Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur. Pola minum yang dianjurkan adalah membagi konsumsi air putih secara bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Tak hanya air putih, asupan nutrisi juga memegang peranan penting. Kolagen, yang berperan menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit, dapat diperoleh dari makanan sumber protein seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan. Untuk membantu masyarakat mengatur pola makan seimbang, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan panduan "Isi Piringku". Dalam pedoman tersebut dijelaskan bahwa dalam satu kali makan, dua pertiga dari setengah piring diisi oleh sumber karbohidrat, sepertiga dari setengah piring diisi protein, sepertiga lainnya buah, dan dua pertiga dari setengah piring berisi sayuran. Komposisi ini membantu memastikan tubuh mendapatkan asupan zat gizi yang cukup untuk menjaga fungsi organ, termasuk kesehatan kulit.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsumsi delapan gelas air putih per hari guna mendukung fungsi organ tubuh, menjaga elastisitas kulit, dan melancarkan sistem pencernaan. Ketika kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi, kulit cenderung tampak lebih segar, kenyal, dan bercahaya meskipun sedang berpuasa.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan kulit selama bulan puasa memerlukan pendekatan menyeluruh, baik dari luar maupun dari dalam. Penggunaan pelembap secara rutin membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, sementara asupan cairan dan nutrisi yang cukup memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dengan keseimbangan antara perawatan kulit yang tepat dan pola hidup sehat, puasa bukanlah hambatan untuk tetap memiliki kulit yang sehat dan terawat.
Sumber: