Inilah Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka Puasa dan Cara Mengatasinya !
Minggu 15-02-2026,06:00 WIB
Reporter:
Lola Anggraini |
Editor:
Ab Gafur
Inilah Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka Puasa dan Cara Mengatasinya !--
CURUPEKSPRESS.COM - Dokter Spesialis Gizi Klinik, Karina Marcella Widjaja, SpGK, AIFO-K, mengingatkan pentingnya mengatur pola makan secara bijak selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, terutama saat berbuka, dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Pada bulan puasa, aneka hidangan manis memang kerap menjadi primadona di meja makan. Namun, di balik rasanya yang menggugah selera, kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dalam waktu singkat.
Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta pada Kamis (12/2/2026), Karina menjelaskan bahwa menu berbuka seperti es buah dengan tambahan sirup dan susu dapat membuat kadar gula darah meningkat tajam, lalu turun kembali dengan cepat. Kondisi ini dikenal sebagai fluktuasi gula darah. Ketika kadar gula darah menurun drastis, tubuh akan kembali merasa lapar, lemas, dan muncul dorongan untuk makan lagi. Akibatnya, seseorang cenderung makan secara berlebihan karena merasa belum puas.
Ia menekankan bahwa berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar. Tubuh yang telah berpuasa selama belasan jam memerlukan proses adaptasi sebelum menerima asupan dalam jumlah banyak.
Oleh karena itu, Karina menyarankan agar berbuka diawali dengan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti kurma, yogurt, atau buah-buahan dengan kadar gula relatif lebih rendah, misalnya apel, pir, melon, dan alpukat.
Pilihan tersebut membantu mengembalikan energi secara perlahan tanpa memicu lonjakan gula darah yang drastis.
Setelah jeda sekitar 30 menit, barulah dilanjutkan dengan makan utama. Menu makan besar sebaiknya disusun secara lengkap dan seimbang, mencakup karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun dan perbaikan jaringan tubuh, sayuran sebagai sumber serat dan vitamin, serta lemak sehat yang mendukung fungsi metabolisme. Komposisi gizi yang seimbang tidak hanya membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, tetapi juga mencegah keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan pada malam hari.
Lulusan Universitas Indonesia tersebut juga menyoroti pentingnya memperhatikan kebutuhan mikronutrien.
Dalam kondisi tertentu, apabila asupan makanan utuh belum mencukupi kebutuhan harian, suplemen seperti vitamin C, D, dan vitamin B kompleks dapat dipertimbangkan.
Selain itu, zinc berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan membantu mengurangi rasa mudah lelah selama berpuasa. Meski demikian, konsumsi suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan tidak menggantikan pola makan seimbang.
Tidak kalah penting adalah kecukupan cairan. Banyak orang lupa minum dalam jumlah cukup karena waktu makan yang terbatas. Padahal, dehidrasi ringan saja dapat menimbulkan gejala seperti pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi. Pola minum yang dapat diterapkan, misalnya membagi konsumsi air putih antara waktu berbuka hingga sahur secara bertahap. Selain itu, menjaga kualitas tidur juga menjadi faktor penunjang kebugaran. Begadang tanpa alasan mendesak dapat menyebabkan tubuh kurang istirahat dan berdampak pada menurunnya produktivitas saat berpuasa.
Karina juga menegaskan agar tidak melewatkan sahur. Sahur merupakan fondasi energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Tanpa sahur, tubuh lebih rentan mengalami kelelahan dan rasa kantuk berlebihan. Menu sahur idealnya mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat, protein hewani maupun nabati untuk mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan, serta sayuran sebagai sumber serat yang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Sekitar satu jam setelah makan besar saat sahur, dapat ditambahkan camilan sehat seperti buah untuk melengkapi kebutuhan nutrisi.
Pada akhirnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Mengatur pola makan, membatasi konsumsi gula berlebihan, mencukupi cairan, serta menjaga waktu istirahat adalah langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh.
Sumber: