Kesulitan Matematika pada Anak Ternyata Bukan Soal Rumus, Ini Temuan Ilmiahnya
Kesulitan Matematika pada Anak Ternyata Bukan Soal Rumus, Ini Temuan Ilmiahnya--
Menariknya, tingkat aktivitas di wilayah otak tersebut bahkan dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi kecenderungan kemampuan matematika seorang anak.
Temuan ini mengubah cara kita memandang kesulitan belajar matematika. Menurut Hyesang Chang, hambatan tersebut mungkin tidak spesifik pada angka semata. Ada kemungkinan bahwa sebagian anak mengalami kesulitan yang lebih umum dalam fungsi kognitif, terutama yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan adaptasi strategi. Jika demikian, maka kesulitan ini juga berpotensi memengaruhi bidang lain seperti membaca, sains, atau keterampilan akademik yang membutuhkan refleksi dan penyesuaian diri.
Ke depan, tim peneliti berencana menguji model ini pada kelompok anak yang lebih besar dan beragam, termasuk mereka yang memiliki jenis kesulitan belajar lain. Harapannya, pemahaman yang lebih mendalam dapat membantu merancang pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.
Kesimpulannya, kesulitan matematika tidak selalu berakar pada ketidakmampuan memahami angka atau rumus. Pada sebagian anak, tantangan utama justru terletak pada kemampuan otak untuk belajar dari kesalahan dan menyesuaikan strategi.
BACA JUGA: Lebih Efektif dan Aman, Terapi HNS Generasi Baru Tawarkan Harapan bagi Penderita Apnea Tidur
BACA JUGA: BPOM Terapkan Nutri Grade 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Industri
Oleh karena itu, pendekatan pendidikan sebaiknya tidak hanya menekankan jawaban benar, tetapi juga mendorong refleksi, evaluasi diri, serta fleksibilitas berpikir. Karena pada akhirnya, esensi belajar bukan hanya tentang memperoleh hasil yang tepat, melainkan tentang bagaimana kita bertumbuh melalui proses memahami dan memperbaiki kesalahan.
Sumber: