Lebong Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Minta Masyarakat Waspada

Lebong Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Minta Masyarakat Waspada

CE ONLINE - Cuaca ekstrem yang terjadi di Provinsi Bengkulu termasuk Kabupaten Lebong saat ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mencatat ada 2 potensi bencana alam kerap terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Lebong yakni bencana banjir, tanah longsor.

Kepala BPBD Lebong, Fahkrurrozi, S.Sos, M.Si mengungkapkan bahwa terdapat 2 potensi bencana alam yang kerap terjadi dalam setiap tahunnya di Kabupaten Lebong. Sementara untuk wilayah yang sudah dipetakan sebagai wilayah rawan bencana hampir terjadi 12 Kecamatan dalam Kabupaten Lebong.
"Kalau untuk potensi bencana alam yang rutin setiap tahunnya sering terjadi di Kabupaten Lebong yakni bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, dan kebakaran hatan dan lahan. Namun untuk wilayah rawan bencana itu hampir terjadi pada 12 Kecamatan dalam Kabupaten Lebong, " ungkapnya.

Selanjutnya ungkap Rozi merincikan ke 2 potensi bencana alam berdasarkan peta resiko bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Pinang Belapis, Uram Jaya, Lebong Utara, Pelabai, Amen, Lebong Sakti, Lebong Atas, Lebong Tengah, Bingin Kuning, Lebong Selatan, Topos, Rimbo Pengadang. Kemudian peta resiko bencana cuaca ekstrim meliputi Kecamatan Pinang Belapis, Uram Jaya, Lebong Utara, Amen, Pelabai, Lebong Sakti, Lebong Atas, Lebong Tengah Bingin Kuning, Lebong Selatan, Rimbo Pengadang, Topos.

Adapun untuk peta resiko bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut meliputi Kecamatan Pinang Belapis, Uram Jaya, Lebong Utara, Pelabai, Amen, Lebong Sakti, Lebong Atas, Lebong Tengah, Bingin Kuning, Lebong Selatan, Rimbo Pengadang, Topos. Berikutnya peta resiko bencana banjir meliputi Pinang Belapis, Uram Jaya, Lebong Utara, Pelabai, Amen, Lebong Sakti, Lebong Atas, Lebong Tengah, Bungin Kuning, Lebong Selatan, Rimbo Pengadang, Topos.
"Dari peta resiko bencana ini hampir semua wilayah Kecamatan memiliki potensi bencana alam, " tuturnya.

Lebih lanjut ijelaskannya, dalam penanganan berbagai bencana alam di Kabupaten Lebong, pihaknya yang ditunjuk sebagai penanggulangan sedikit mengalami kesulitan. Salah satunya dengan keterbatasan sarana dan prasarana penanggulangan yang dimiliki seperti fasilitas kendaraan alat berat maupun ketersedian logistik. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah maupun anggota DPRD Kabupaten Lebong lebih dapat memperhatikan kondisi yang dialami BPBD Lebong dalam penanggulangan bencana alam.
"Seperti yang kita ketahui bencana alam yang tidak pernah terjadi di Kabupaten Lebong adalah stunami. Untuk itu, kedepan kami berharap Pemkab Lebong agar dapat memikirkan kondisi BPBD Lebong dalam penanggulangan bencana baik itu sarana dan prasana maupun ketersediaan stok logistik, untuk membatu masyarakat yang terdampak bencana alam, " ungkapnya.

Selain itu ia menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Lebong terutama masyarakat yang tinggal pada wilayah rawan bencana, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Imbauan itu disampaikan mengingat sejak bebeapa minggu terakhir Lebong terus diguyur hujan lebat, apalagi bencana alam tidak ada yang bisa menebak kapanpun dan dimanapun bisa saja terjadi.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Lebong untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam. Tujuannya adalah supaya tidak terjadi hal buruk yang tidak kita inginkan, " pungkasnya. (CE8)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Kontak Whatsapp +62 821-7863-9651

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI:

Sumber: