Strategi Dalam Mengembangkan Desa Wisata

Strategi Dalam Mengembangkan Desa Wisata

--

NASIONAL,CURUPEKSPRESS.COM - Desa wisata merupakan salah satu upaya pihak pemerintah saat ini untuk meningkatkan prekonomian negara Indonesia. 

 Desa Wisata tidak hanya membuat sebuah desa menjadi terkenal, tetapi juga dapat mendatangkan kesejahteraan yang signifikan bagi perekonomian masyarakat Indonesia.

Desa wisata menjadi bentuk integrasi antara potensi daya tarik wisata alam, wisata buatan, dan wisata budaya di kawasan tertentu didukung atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya yang telah dilembagakan dan dikelola oleh Pemerintah  Desa Setempat.

Jika hendak mengembangkan desa wisata tersebut, tentu saja perlu diimbangi dengan pemahaman yang lengkap.

Dilansir dari berbagai sumber,  tim Curup Ekspress telah menghimpun strategi atau langkah yang harus dilakukan sebuah desa, untuk membangun desa wisata.

Berikut 7 starategi yang dapat di lakukan oleh pemerintah Desa untuk membentuk Desa Wisata.

 

1. Objek Wisata yang Menarik

Hal pertama yang harus dilakukan olah pihak desa untuk membanggun desa wisata yakni  harus mempunyai objek wisata yang menarik untuk dijual sebagai objek wisata.

Wisata ini dapat digali mulai dari potensi wisata alam, wisata budaya, edukasi, kuliner, buatan, atraksi seni, dan lainnya yang memiliki keunikan.

Desa harus memenuhi konsep 3A yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas.

Sehingga pengelolaan berjalan baik dan diminati.

BACA JUGA:

 

2. Buatlah Kesepakatan dengan Seluruh Warga Desa

Jika ingin membangun desa wisata, maka tentulah haruslah berdasarkan pada persetujuan berbagai komponen desa.

Pasalnya, konsep desa wisata membutuhkan partisipasi sebagian besar warga desa.

Hal ini menjadi penting melibatkan berbagai elemen masyarakat. Karena sejak awal pembangunan desa wisata ini harus berdasarkan dari kesadaran.

Dan keinginan bersama terlebih menyangkut visi dan misi yang ingin di capai.

 

3. Pemetaan Desa

Pemetaan desa ini harus dilakukan berdasarkan realitas atau kondisi nyata yang ada di desa, mulai dari jenis objek wisata apa yang akan ditawarkan bagi wisatawan.

Akses jalan menuju wisata harus memadai, sebab seindah apapun objek yang ditawarkan jika tidak ada akses jalan yang baik maka akan terhambat, pengembangan prasarana umum yang disediakan bagi wisatawan.

Jika pengelolaan desa wisata mempunyai prospek yang baik, maka prasarana bisa diajukan ke pemerintah setempat.

 

4. Adanya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang nantinya menjadi pengelola unit bumdes, para anggota akan menjaga dan menggali kebutuhan secara berkelanjutan.

Sehingga masyarakat memiliki pandangan yang sama terhadap pariwisata yang dikembangkan desa tersebut.

BACA JUGA:

 

5. Inventarisasi Potensi Desa

Hal ini sebagai upaya untuk mendata sumber daya manusia dan sunber daya kekayaan yang dimiliki desa. Seperti berapa banyak objek wisata yang dimilik di desa, jenis kebudayaan di desa, adat istiadat, jenis tarian, termasuk pendataan jenis usaha yang dimiliki desa.

 

6. Studi Banding

Studi Banding dapat dilakukan ke desa yang wisatawanya telah maju dan berjalan dengan baik. Kegiatan ini akan membantu untuk melihat lebih jauh seperti apa upaya yang dilakukan desa wisata yang telah berhasil.

Sehingga nantinya ada gambaran bagaimana pengembangan yang dapat diterapkan di desa yang akan di kembangkan.

 

7. Mengikuti Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Paa pengiat wisata dapat memanfaatkan berbagai kesempatan pelatihan terutama yang disediakan pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan kedinasan serta beberapa asosiasi yang menyediakan platform-platform pelatihan pengembangan wisata.

Pelatihan bisanya diberikan berupa pelatihan dan pendidikan pengelolaan dan sosialisasi desa wisata, baik secara online maupun offline.

Ikut dan jalani dengan sepenuh hati karena ilmu dan pengalaman tersebut berguna untuk diterapkan di desa yang akan dikembangkan menjadi desa wisata.

Sumber: