Kebun Teh Kabawetan Kepahiang Produksi Teh Oolong, Ekspornya Hingga ke Taiwan

Kebun Teh Kabawetan Kepahiang Produksi Teh Oolong, Ekspornya Hingga ke Taiwan

JACK/CE Pekerja buruh petik pucuk teh pada PT SMM Kepahiang--

KEPAHIANG,CURUPEKSPRESS.COM - Selain memproduksi teh hijau pada umumnya. Salah satu PT yang ada di daerah perkebunan Kabawetan juga, memproduksi teh hitam atau teh oolong (ulung) yang diekspor langsung ke Negara Taiwan.

PT tersebut adalah PT Tri Ulung Mega Surya, atau dikenal sebagai PT TUM.

Diketahui, teh oolong (ulung) dari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu ini memiliki mutu yang sangat baik. Sehingga menjadi pesona sendiri untuk masyarakat di mancanegara khususnya di negara Taiwan.

Berdasarkan penelusuran wata "oolong" berasal dari bahasa Mandarin yang berarti naga hitam.

Dimana menurut kebudayaan China, naga hitam selalu diidentikkan dengan sesuatu yang baik.

Jadi jika teh oolong itu diminum secara rutin, katanya badan akan terasa bugar dan jauh dari penyakit.

BACA JUGA:

Sayangnya, teh ulung yang dihasilkan dari perkebunan teh Kabawetan Kabupaten Kepahiang ini sangat sulut dijumpai di pasar domestik. Bahkan, di pasaran Kabupaten Kepahiang sekalipun. 

Adapun alasannya, karena wilayah perkebunan teh tersebut di kuasai oleh orang dari luar Indonesia, yakni Taiwan.

Tempat pembuatan teh hitam atau teh oolong itu sedikit tertutup dan memasarkan hasilnya langsung ke Taiwan, sehingga tidak melalui pasar domestik.

Diketahui usai dipanen oleh pemetik teh yang merupakan mayoritas warga Kecamatan Kabawetan.

Daun teh kering yang berbentuk keriting kecil-kecil langsung dimasukkan ke dalam kardus-kardus berukuran sekitar 18 Kg.

Dimana setiap bulan, satu kontainer berisi kardus-kardus dengan teh ulung di dalamnya akan dikapalkan ke Taiwan.

BACA JUGA:

Biasanya, pengiriman tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Lalu setibanya di Taiwan, teh ulung dari Kepahiang ini akan diberi merek "Taiwan Oolong Tea", dan sama sekali tidak ada nama Kepahiang, apa lagi nama Bengkulu, bahkan Indonesia sekali pun.

"Setahu saya memang tidak ada dipasarkan di Pasar Kabupaten Kepahiang. Karena selama saya tinggal di Kepahiang, saya tidak pernah melihat ada teh oolong yang diperjualbelikan," ujar Candra yang merupakan warga asli Kabupaten Kepahiang.

Candra juga menjelaskan, dirinya belum pernah masuk ke PT tersebut.

Namun berdasarkan dari cerita masyarakat dan lara buruh yang bekerja di pabrik teh itu.

Memang PT yang bersangkutan tertutup rapat dan tidak bisa dikunjungi oleh masyarakat umum.

"Setahu saya memang agak tertutup aktifitas di PT tersebut. Tapi yang saya ketahui juga, PT tersebut dikelolah oleh orang Taiwan secara menyeluruh. Namun untuk buruhnya diambil dari masyarakat lokal," singkatnya.

Sumber: