Ini Tanggapan Dikbud Soal Kasus Video Syur Oknum Kepsek di Curup

 Ini Tanggapan Dikbud Soal Kasus Video Syur Oknum Kepsek di Curup

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong-AZIZ/CE-

CURUPEKSPRESS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong sangat menyayangkan kasus video syur berdurasi 28 detik yang diperankan oleh oknum kepala sekolah (kepsek) di Curup. Meski begitu, untuk sanksi terhadap oknum Kepsek tersebut pihak Dikbud masih menunggu hasil dari penyelidikan pihak kepolisian.

 

Disampaikan Kadis Dikbud Rejang Lebong Rezza Pakhlevie, SH, MM mengaku sangat menyayangkan viralnya video tak senonoh tersebut. Usai viralnya video tak senonoh itu, pihaknya telah memerintahkan Sekdis dan tim untuk menindaklanjutinya. Untuk mencari kronologi kejadian sebenarnya.

Selain itu, pihaknya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

BACA JUGA:

"Karena perkaranya sudah masuk ke polres, jadi kita tunggu proses hukumnya seperti apa," ujar Rezza.

Dikatakan Rezza bahwa jika guru tersebut terbukti bersalah tentu akan ada sanksi tegas yang menanti. Seperti pencopotan dari jabatan kepala sekolah dan bahkan sanksi lain

"Untuk bicara saksi karena masih dalam pemeriksaan polsek, akan tetapi jika nanti terbukti maka akan ada sanksi tegas, tergantung hasilnya nanti seperti apa," terangnya.

BACA JUGA:

Dalam lain kesempatan Kepala Bidang Pembantu Ketenagakerjaan, Emilia S Sos MPd membenarkan jika adanya kepala sekolah yang berada di lingkup Dikbud Rejang Lebong yang mengalami pemerasan akibat video syur 28 detik. Hanya saja pihaknya tidak mengetahui secara spesifik apakah pemeran video tersebut memang kepala sekolah yang bersangkutan maupun ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sebelumnya sekitar seminggu yang lalu, memang ada kepala sekolah yang melaporkan kepada kami bahwa dirinya mendapat perilaku pemerasan oleh oknum yang dikenalkannya di media sosial Facebook, sehingga membuat akun WhatsApp dan handphone milik kepala sekolah tersebut sering tidak aktif. Karena merasa tidak ada konfirmasi lagi dari kepala sekolah hingga hari ini maka kami kira permasalahan tersebut sudah selesai," ujar Emilia.

BACA JUGA:

Dikatakan Emilia bahwa kejadian tersebut tentunya sangat mencoreng kualitas pendidikan di kabupaten Rejang Lebong. Dan pihaknya meminta agar kejadian yang dialami kepala sekolah tersebut bisa menjadikan pelajaran bagi insan pendidikan yang ada di kabupaten Rejang Lebong untuk dapat bijak menggunakan sosmed.

 

Sumber: