Terbeban Biaya Kuliah, Bapak Jualan Sabu

Terbeban Biaya Kuliah, Bapak Jualan Sabu

HABIBI/CE Press release Polres RL ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba.--

CURUPEKSPRESS.COM CURUP, - YD (46) seorang bapak warga Kelurahan Kepala Siring Kecamatan Curup harus berurusan dengan pihak kepolisian.
 
Ini setelah pada Senin (1/8) sore YD diamankan Tim Macan Suban Satnarkoba Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong. YD diamankan bersama dengan 29 paket sabu saat di pinggir jalan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur. 
 
Menariknya, pengakuan tersangka jika jualan sabu tersebut dilakukan untuk biaya kuliah sang anak yang diketahui tengah kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten RL. 
 
Kapolres RL AKBP Tonny Kurniawan SIK didampingi Kasi Humas, Iptu Bertha Anggraeni Ginting dalam press releasenya, Rabu (3/8). Menyampaikan pelaku ini diamankan pada Senin (1/8) sore pukul 16.00 WIB. 
 
"Penangkapan ini setelah petugas mendapat informasi, akan adanya transaksi narkoba. Dari informasi itulah, kemudian didalami. Hingga akhirnya pelaku berhasil petugas amankan di pinggir jalan Kelurahan Sukaraja," ujar Kapolres. 
 
Ditambahkan Kasat Narkoba, Iptu Cahya Prasada Tuhuteru STrk bahwa sebelum ditangkap, pelaku ini juga sempat dibuntuti oleh petugas.
 
Hal guna memastikan dari informasi yang diterima. Setelah dipastikan benar, akhirnya pelaku langsung dilakukan penghadangan oleh petugas di TKP.
 
"Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan," sampainya.
 
Selain mengamankan pelaku sebut Kasat, petugas di lapangan juga berhasil mengamankan 29 paket sabu yang diletakkan pelaku dalam box depan sepeda motor pelaku. Dari 29 paket tersebut, rinciannya 28 paket kecil sabu dan 1 paket sedang sabu dengan berat mencapai 3,32 gram.
 
"Jadi dari 29 paket sabu ini, sudah siap edar. Bahkan dari paket klip bening itu juga sudah diletakkan di dalam pipet warna putih dan pipet warna hitam," katanya.
 
Yang mana dari pengakuan pelaku, jika pembedaan warna pipet itu kata Kasat untuk mengetahui harganya.
 
"Untuk sabu yang diletakkan dalam pipet putih harganya Rp 100 ribu, sedangkan sabu dalam pipet hitam dipatok Rp 150 ribu," ujarnya.
 
Sementara itu, YD kepada wartawan mengaku hal itu terpaksa dilakukannya. Selain untuk biaya kehidupan sehari-hari, juga untuk biaya anak yang baru masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten RL.
 
 "Untuk gaji dari kerjaan saya sebagai tukang masak di warung makan tidak cukup. Sehingga saya terpaksa melakukan ini," tandasnya. (CE) 
 

Sumber: