LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Puluhan guru non aratur sipil negera (Non ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong, Rabu 12 Oktober kemarin, mendatangi Kantor DPRD Lebong.
Mereka datang untuk mengadukan nasib mereka yang tak masuk dalam pendataan tenaga non ASN sesuai instruksi Menteri Aparatur Sipil Negera Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB). Terlebih hal tersebut bisa terjadi akibat syarat pemberkasan yang diberikan Pemkab Lebong terus berubah-ubah hingga saat batas akhir pemberkasan harus terkumpul. Bahkan jumlahnya cukup banyak, dari sekitar 800 tenaga non ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), informasinya hanya 20 orang saja yang berkasnya terinput di portal Badan Kepegawaian Negara (BKN). BACA JUGA: HGU Kakao di Kota Padang Mardin: Sudah jadi Kebun Kopi dan Duren BACA JUGA: Edukasi Akan Bahaya BKO, BPOM Lebong Gandeng Stakeholder Salah satu Tenaga Harian Lepas Terkontrak (THLT), Fidiyah Afriyani mengatakan pihaknya hanya ingin agar data mereka bisa diinput masuk ke portal BKN. Dibuktikan dengan adanya barcode sehingga tak ada rasa ragu lagi dari pihaknya. "Kalu bisa jangan ada yang tak masuk pendataan, masuk semuanya seperti itu, " ujarnya. Ditambahkannya, kedatangan ke DPRD Lebong hanya bermaksud untuk memperjuangkan nasib mereka. BACA JUGA: 87 Warga Lebong Terserang DBD, Dua Diantaranya Meninggal Dunia BACA JUGA: Berada Dalam Ring of Fire Kepahiang Masuk Dalam Daerah Rawan Bencana Tak aja tujuan lain, apalagi menyudutkan OPD atau individu. Ia mengaku beberapa rekannya sempat ragu untuk ikut datang ke DPRD Lebong karena khawatir berdampak terhadap nasib mereka sebagai THLT. "Kami berharap apa yang kami lakukan saat ini jangan sampai menghambat kami kedepan. Kawan-kawan banyak yang ragu datang, takutnya menghambat. Kami berharap kepada pihak Diknas, kami tidak memojokan satu pun orang atau pribadi. Tujuan kami hanya untuk memperjuangkan nasib kami. Jangan sampai THLT kami kedepan tidak diperpanjan lagi, " singkatnya. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lebong Wilyan Bachtiar S IP yang menerima audiensi tenaga non ASN tersebut mengaku akan segera memanggil OPD terkait untuk dilakukan klarifikasi. BACA JUGA: Remaja Kepahiang Sebar Video Wik-wik Terancam Pasal Berlapis BACA JUGA: 1.925 KPM Bakal Terima BLT BBM Menurutnya hal ini menunjukkan jika proses pendataan tenaga non ASN di Kabupaten Lebong belum begitu berjalan dengan baik. Apalagi syarat pemberkasan yang terus berubah-ubah sampai 2 hingga 3 kali. "Mereka yang datang sudah memenuhi syarat yang diperlukan. Namun kendalanya portal untuk menginput data sudah ditutup. Ini yang menjadi masalah karena persyaratan yang terus berubah-ubah. Tentu kami berharap seluruh THLT di Kabupaten Lebong seluruhnya terdata," singkat Wilyan.Data Tak Terinput Puluhan Guru Non ASN Lebong Ngadu ke Dewan
Kamis 13-10-2022,13:00 WIB
Reporter : ADITYA MAHENDRA PUTRA
Editor : RICI DWI
Kategori :
Terkait
Kamis 02-07-2026,19:09 WIB
Bulog Rejang Lebong Serap Maksimal Gabah Petani
Sabtu 30-05-2026,20:09 WIB
Sentra Kekayaan Intelektual Kini Hadir di Rejang Lebong
Senin 18-05-2026,09:00 WIB
Knalpot Brong Kian Meresahkan, Polres Rejang Lebong Lakukan Penindakan Cepat
Senin 11-05-2026,18:01 WIB
Rejang Lebong Susun Raperbup Pencegahan Perkawinan Anak
Minggu 10-05-2026,19:41 WIB
Laporkan Jika Ada Oknum Jual Nama Bupati Rejang Lebong untuk Pungli
Terpopuler
Minggu 12-07-2026,09:00 WIB
Nusron: Sertipikat Tanah Elektronik jadi Solusi Masa Kini
Minggu 12-07-2026,15:00 WIB
Ini Manfaat Gembili untuk Kesehatan
Minggu 12-07-2026,07:00 WIB
Khasiat Air Rebusan Daun Pandan Salah Satunya ini
Minggu 12-07-2026,19:05 WIB
Tips Membuat Pempek Tanpa Ikan Anti Gagal
Minggu 12-07-2026,13:00 WIB
Ini Rahasia Rambut Lurus Alami dari Rumah
Terkini
Minggu 12-07-2026,19:05 WIB
Tips Membuat Pempek Tanpa Ikan Anti Gagal
Minggu 12-07-2026,15:00 WIB
Ini Manfaat Gembili untuk Kesehatan
Minggu 12-07-2026,13:00 WIB
Ini Rahasia Rambut Lurus Alami dari Rumah
Minggu 12-07-2026,09:00 WIB
Nusron: Sertipikat Tanah Elektronik jadi Solusi Masa Kini
Minggu 12-07-2026,07:00 WIB