WASPADA! 59 Warga Diserang Hewan Penular Rabies

Selasa 04-07-2023,04:00 WIB
Reporter : ARI MUHAMMAD RIDWAN
Editor : VIVI HY

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM -  Tercatat sebanyak 59 orang warga di Rejang Lebong terkena serangan hewan penular rabies (HPR).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong menyebut bahwa, angka tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari 21 puskesmas sejak 1 Januari sampai dengan 3 Juli 2023 kemarin.

"Kasus HPR yang menyerang warga dalam enam bulan di tahun ini ada sebanyak 59 kasus," ungkap Plt Kepala Dinkes Rejeng Lebong, Rephi Meido Satria SKM melalui Kasi Pencegahan dan Pengendali Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita SKM kepada wartawan, Senin (3/7) kemarin.

Dirinya memaparkan, kasus HPR menyerang warga terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Selupu Rejang total ada 20 kasus dan Curup Tengah total 14 kasus.

BACA JUGA:

"Dari tahun ke tahun kedua wilayah tersebut paling banyak terjadi kasus rabies. Sebab memang di dua kecamatan itu paling banyak populasi HPR seperti anjing dan kucing," bebernya.

Titin mengatakan, laporan dari masing-masing puskesmas untuk bulan Juni belum seluruhnya masuk.

Sehingga masih terdapat kemungkinan kasus HPR di wilayah Rejang Lebong bertambah.

"Karena laporan belum masuk semuanya dari puskesmas, jadi masih ada kemungkinan jumlahnya lebih dari 59 kasus," sampainya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dari total 59 kasus HPR tersebut yang terbanyak diserang anjing baru kemudian kucing.

BACA JUGA:

Dalam hal ini pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila baru terkena gigitan atau cakaran dari HPR, hendaknya sesegera mungkin untuk mencuci bagian yang terkena gigitan/cakaran itu dengan air mengalir menggunakan sabun selama 15 menit.

"Ini adalah langkah awal pencegahan supaya virus tidak menyebar ke dalam tubuh melalui luka yang diterima, sebelum akhirnya di bawa ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat," katanya.

Adapun untuk stok vaksin anti rabies (VAR), Titin menambahkan, saat ini ada sebanyak 340 vial untuk kebutuhan 85 pasien dan itu masih mencukupi.

Kalau stok mulai menipis biasanya akan meminta penambahan baru ke Pemprov Bengkulu atau pengadaan sendiri melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) farmasi. 

Kategori :