Penyakit Autoimun: Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap Penyakit Ini?

Sabtu 05-08-2023,13:00 WIB
Reporter : RYEN MEIKENDI
Editor : RYEN MEIKENDI

Salah satu faktor yang paling signifikan adalah perbedaan hormon antara pria dan wanita. 

Hormon seperti estrogen dan progesteron pada wanita dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan respon kekebalan, dan mempengaruhi aktivitas sel-sel kekebalan. 

Penelitian menunjukkan bahwa kadar estrogen yang tinggi dapat mempengaruhi aktivitas sel T yang berperan dalam respons autoimun.

BACA JUGA:

Keturunan dan Faktor Genetik

Keturunan juga dapat memainkan peran dalam kerentanan terhadap penyakit autoimun. 

Beberapa penyakit autoimun memiliki keterkaitan genetik, dan risiko mengalami penyakit ini cenderung lebih tinggi pada individu dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa. 

Faktor genetik yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko penyakit autoimun pada perempuan.

 

Pengaruh Lingkungan

Faktor lingkungan, seperti infeksi, paparan toksin, dan polusi lingkungan, dapat memainkan peran dalam perkembangan penyakit autoimun. 

Perempuan lebih mungkin terpapar berbagai faktor lingkungan yang dapat memicu respons autoimun.

 

Predisposisi Hormonal Selama Kehamilan

Kehamilan adalah kondisi khusus di mana sistem kekebalan tubuh sedikit ditekan untuk mencegah penolakan terhadap janin yang berisi setengah sel yang asing. 

Namun, setelah kehamilan selesai, sistem kekebalan tubuh seringkali kembali aktif dan dapat menyebabkan gangguan autoimun pada beberapa wanita.

Kategori :