CURUPEKSPRESS.COM - Momen liburan kerap menjadi waktu yang paling dinantikan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Selain menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari, liburan juga sering dimanfaatkan untuk melakukan beragam aktivitas menyenangkan.
Mulai dari bepergian ke tempat wisata, mengunjungi sanak saudara, berbelanja kebutuhan atau oleh-oleh, hingga menikmati berbagai hidangan lezat bersama keluarga dan teman.
Dari sekian banyak aktivitas liburan, kegiatan makan-makan hampir selalu menjadi pilihan utama. Beragam sajian khas daerah, makanan favorit, hingga camilan manis kerap disantap tanpa banyak pertimbangan. Namun, kebiasaan ini tidak jarang menimbulkan keluhan kesehatan, salah satunya perut kembung.
BACA JUGA:Sekjen ATR/BPN Beri Pengarahan Umum di Rakernas 2025, Bahas Soal Ini
BACA JUGA: MacBook Pro 14 Inci M5 Rilis di Indonesia, Apa Saja Peningkatannya ?
Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas liburan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengantisipasi dan mengatasinya agar liburan tetap menyenangkan.
Mengutip Healthline, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko perut kembung akibat pola makan yang kurang terkontrol selama masa liburan.
1. Mengenali makanan pemicu perut kembung
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali jenis makanan yang dapat memicu perut kembung. Setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan tertentu, seperti makanan berlemak, tinggi gula, bersantan, atau mengandung gas. Dengan mengidentifikasi makanan pemicu tersebut, seseorang dapat lebih bijak dalam memilih menu. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari makanan yang berpotensi menyebabkan kembung atau konsumsi dalam jumlah terbatas agar pencernaan tetap nyaman.
2. Mengatur jadwal makan dan camilan secara berkala
Selama liburan, pola makan sering kali menjadi tidak teratur. Banyak orang cenderung menunda makan lalu mengonsumsinya dalam porsi besar sekaligus. Kebiasaan ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dan membebani sistem pencernaan, sehingga memicu perut kembung. Untuk menghindarinya, disarankan makan dalam porsi kecil namun lebih sering, termasuk mengatur waktu camilan. Cara ini membantu menjaga metabolisme tetap stabil dan mencegah makan berlebihan.
BACA JUGA: Eksotis dan Tak Terduga ! 6 Destinasi Salju di Timur Tengah
BACA JUGA: Whey Protein Itu Apa Sih ? Ini Penjelasan Lengkapnya
3. Mengonsumsi makanan yang bervariasi
Menghadirkan variasi dalam menu makanan juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Misalnya, mengganti kentang dengan ubi, atau nasi dengan kacang-kacangan yang kaya serat. Variasi makanan tidak hanya memberikan nutrisi yang lebih seimbang, tetapi juga membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan. Namun, apabila alternatif tersebut dirasa kurang sesuai atau terlalu berat, langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah membatasi porsi makan agar tidak berlebihan.