Mobil Listrik Tidak Pakai Oli Mesin, Lalu Pakai Apa ?

Jumat 06-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Pada kendaraan berbahan bakar bensin, oli mesin memegang peranan yang sangat penting. Fungsinya bukan hanya untuk melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, tetapi juga membantu mendinginkan mesin, membersihkan kotoran, serta menjaga performa kendaraan tetap optimal. Tanpa oli, gesekan antar komponen logam akan meningkat dan berpotensi merusak mesin dalam waktu singkat.

Namun, seiring berkembangnya teknologi otomotif, kehadiran mobil listrik memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Apakah mobil listrik juga membutuhkan oli seperti mobil bensin ? Atau justru sama sekali tidak memerlukannya ?

Secara umum, mobil listrik memang tidak menggunakan oli mesin sebagaimana mobil berbahan bakar bensin. Hal ini disebabkan karena mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal (internal combustion engine) yang memerlukan pelumasan intensif. Tidak adanya proses pembakaran membuat kebutuhan terhadap oli mesin menjadi tidak relevan.

BACA JUGA:Mobil Listrik MG 4EV Sangat Praktis di Jalanan Kota

BACA JUGA:Penjualan Mobil Listrik Impor Naik di Agustus 2025

Struktur dan cara kerja mobil listrik sangat berbeda dengan mobil konvensional. Mesin mobil listrik pada dasarnya hanya terdiri dari dua komponen utama, yaitu motor listrik (electric motor) dan baterai sebagai sumber tenaga. Energi listrik dari baterai diubah menjadi energi gerak oleh motor listrik untuk menggerakkan roda kendaraan.

Seperti informasi yang disampaikan GridOto.com, Wawan, seorang mekanik Jaya Motor di Cipondoh, Tangerang menyampaikan, meskipun motor listrik merupakan komponen yang bergerak, tingkat gesekan yang terjadi jauh lebih rendah dibandingkan mesin bensin. Komponen motor listrik tidak saling bergesekan secara kompleks seperti piston, poros engkol, atau katup pada mesin pembakaran. Oleh karena itu, motor listrik tidak membutuhkan pelumasan berupa oli mesin.

Inilah alasan utama mengapa mobil listrik tidak menggunakan oli mesin. Selain itu, mobil listrik juga tidak memiliki komponen pendukung pembakaran lainnya seperti busi, knalpot, dan filter udara. Ketiadaan berbagai komponen ini membuat sistem kendaraan menjadi lebih sederhana dan minim perawatan.

Keunikan tersebut berdampak langsung pada biaya perawatan. Dibandingkan mobil bensin konvensional, mobil listrik cenderung lebih efisien dalam hal servis rutin karena jumlah komponen yang berpotensi mengalami keausan jauh lebih sedikit.

BACA JUGA:CATL Baterai Mobil Listrik Cukup Charge 10 Menit untuk 478 KM

BACA JUGA:Beli Mobil Listrik Rp200 Jutaan di 2025 ? Ini 7 Pilihan Terbaiknya !

Meski demikian, bukan berarti mobil listrik sepenuhnya bebas dari penggunaan oli. Mobil listrik tetap memerlukan oli gardan dan oli transmisi. Kedua jenis pelumas ini memiliki fungsi yang berbeda dengan oli mesin, tetapi tetap sangat penting untuk menjaga kinerja kendaraan.

Oli gardan berfungsi untuk melumasi roda gigi pada sistem penggerak agar gesekan dan panas dapat diredam dengan baik. Selain itu, oli gardan juga membantu menyalurkan tenaga dari motor listrik ke roda, khususnya pada mobil listrik berpenggerak roda belakang. Penggunaan oli gardan dengan spesifikasi khusus diperlukan agar efisiensi dan daya tahan komponen tetap terjaga.

Sementara itu, cairan transmisi pada mobil listrik berperan dalam menjaga kelancaran perpindahan tenaga dan meredam getaran yang muncul akibat kerja mekanis komponen transmisi. Walaupun sistem transmisinya lebih sederhana dibandingkan mobil bensin, cairan transmisi tetap perlu diganti secara berkala.

BACA JUGA:Cuma Rp195 Juta, BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Murah dengan Cicilan Super Ringan !

Kategori :