Tips Konsumsi Mie Instan Sehat Selama Ramadhan 2026, Ini Saran Ahli Gizi
Tips Konsumsi Mie Instan Sehat Selama Ramadhan 2026, Ini Saran Ahli Gizi--
CURUPEKSPRESS.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, kesiapan keluarga dalam mengelola kebutuhan pangan menjadi hal yang patut diperhatikan. Selama Ramadhan, pola makan mengalami perubahan signifikan karena waktu konsumsi makanan terbatas pada saat sahur dan berbuka puasa. Dalam kondisi tersebut, banyak masyarakat memilih makanan yang praktis dan mudah disiapkan, salah satunya adalah mie instan. Makanan ini kerap menjadi alternatif cepat ketika waktu memasak terbatas, baik untuk sahur maupun berbuka puasa.
Namun demikian, di balik kepraktisannya, mie instan memiliki keterbatasan dari sisi nilai gizi. Konsumsi mie instan secara berlebihan, terlebih tanpa tambahan zat gizi lain, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Kandungan natrium yang tinggi, rendahnya serat, serta minimnya protein menjadi alasan utama mengapa mie instan tidak dianjurkan sebagai menu utama selama Ramadhan 2026. Oleh sebab itu, diperlukan strategi pengolahan yang lebih sehat agar mie instan tetap dapat dikonsumsi tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.
Ahli gizi dari Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah, membagikan sejumlah tips agar mie instan kuah dapat diolah dengan lebih bijak dan tetap dapat ditoleransi oleh tubuh. Ia menekankan bahwa kunci utama terletak pada modifikasi penggunaan bumbu serta penambahan sumber protein dan sayuran. Menghimpun informasi dari ANTARA, Diah menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama pada mie instan adalah tingginya kandungan natrium atau garam dalam bumbu kemasannya.
Untuk mengurangi asupan natrium, Diah menyarankan agar penggunaan bumbu instan tidak digunakan secara penuh. Sebagai contoh, apabila memasak mie instan untuk lima orang, bumbu dari tiga bungkus mie saja sudah cukup untuk memberikan rasa. Langkah sederhana ini dinilai efektif dalam menekan jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat mencegah rasa haus berlebih saat berpuasa.
Selain mengurangi bumbu kemasan, penggunaan bumbu alami sangat dianjurkan sebagai pengganti. Tumisan bawang merah, bawang putih, kemiri, serta cabai segar dapat dimanfaatkan untuk memperkaya cita rasa. Selain lebih sehat, bumbu alami juga memberikan aroma dan rasa yang lebih segar. Dengan cara ini, mie instan tidak hanya menjadi lebih lezat, tetapi juga lebih ramah bagi kesehatan karena kandungan natriumnya dapat ditekan secara signifikan.
Agar mie instan menjadi menu yang lebih bergizi seimbang, penambahan lauk berprotein sangat dianjurkan. Protein berperan penting dalam menjaga rasa kenyang lebih lama dan membantu pemulihan energi setelah berpuasa. Beberapa pilihan sumber protein yang dapat ditambahkan antara lain telur, ayam suwir, atau ikan seperti tuna. Penambahan protein ini membantu meningkatkan kualitas gizi mie instan yang pada dasarnya didominasi oleh karbohidrat.
Selain protein, keberadaan sayuran juga tidak kalah penting. Sayuran seperti sawi hijau, tomat, dan kangkung dapat ditambahkan ke dalam mie instan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral, khususnya kalium. Kandungan kalium dan serat dalam sayuran berperan membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh serta menjaga kesehatan sistem pencernaan selama berpuasa.
Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari kebiasaan menambahkan pelengkap asin saat menyantap mie instan. Penggunaan saus, kecap secara berlebihan, serta tambahan kerupuk asin atau pilus dapat meningkatkan asupan natrium secara signifikan. Diah juga mengingatkan agar kuah mie instan tidak dihabiskan, karena sebagian besar kandungan garam larut di dalam kuah tersebut.
Dengan mengurangi penggunaan bumbu instan, memanfaatkan bumbu alami, menambahkan sumber protein dan sayuran, serta menghindari pelengkap asin, mie instan dapat menjadi menu alternatif yang lebih bergizi dan aman dikonsumsi. Pola makan yang bijak selama Ramadhan tidak hanya mendukung kelancaran ibadah puasa, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Lola)
Sumber: