Lanjutan Mega Proyek Waterpark, Pemkab Cari Investor

Lanjutan Mega Proyek Waterpark, Pemkab Cari Investor

ILUSTRASI/NET--

KEPAHIANG, CURUPEKSPRESS.COM - Visi Kabupaten Kepahiang menjadikan Kabupaten Kepahiang salah satu tujuan wisata di Provinsi Bengkulu, tampaknya harus tertunda dulu.

Pasalnya pembangunan salah satu mega proyek destinasi wisata yang diharapkan akan dapat memancing wisatawan datang ke Kepahiang Waterprak atau wahana pemandian dan permainan air yang berlokasi di Kecamatan Kabawetan, yang pembangunan tahap pertamanya sudah dilakukan pada tahun 2021 lalu, masih harus ditunda penyelesaiannya.

Ini disebutkan Bupatri Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM IPU, karena keterbatasan keuangan Pemkab Kepahiang saat ini, akibat mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19), yang berdampak pada pemangkasan anggaran dari pemerintah  pusat yang diterima Pemkab Kepahiang.

Sebab itu, diharapkan bupati, akan ada pihak investor yang akan dapat menyelesaikan pembangunan destinasi wisata tersebut.

BACA JUGA: Munir Raih Penghargaan Internasional, Pemuda Difabel Berprestasi

BACA JUGA: SDN 111 RL ANBK Masih Menumpang Tempat

Sehingga potensi itu bisa segera dikelola dan dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Kepahiang.

"Bukan terhenti, tepatnya tertunda sementara waktu. Karena keuangan daerah saat ini memang belum memungkinkan kita untuk dapat melanjutkannya hingga selesai 100 persen, sesuai dengan yang kita rencanakan pertama," ujar bupati. 

Menurut analisa bupati, diperlukan anggaran lebih kurang sebesar Rp 17 miliar lagi agar dapat menyelesaikan mega proyek tersebut.

Dimana anggaran sebesar itu sejauh ini belum dimiliki Pemkab Kepahiang.

BACA JUGA: SMPIT KU Raih Piala Bergilir Hari Santri 2022

BACA JUGA: 1.817 WP Ikuti Perogram Pemutihan Pajak Kendaraan

"Karenanya harapan kami ada investor yang dapat melanjutkannya. Dan sejauh ini masih kami jajaki," ujarnya.

Karena menurut bupati, sejauh ini belum ada investor yang melirik hal tersebut, dikarenakan masih diperlukan sarana pendukung agar lokasi itu dapat dikunjungi ramai wisatawan.

"Bertahap kebutuhan pendukung itu sekarang sudah mulai ramai, sudah ada banyak berdirinya homestay. Dan kami harap hal ini bisa akan memancing investor untuk menanamkan modalnya di Kepahiang. Terutama untuk  pembanguan waterpack yang diharapkan akan menjadi icon baru Kepahiang, serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah," pungkasnya.

Sumber: