Harga Telur Naik Pembeli Pelit, Apa Sih?

Harga Telur Naik Pembeli Pelit, Apa Sih?

Aziz/CE Aktivitas penjualan telur di pasar Atas yang sepi pembeli karena terjadi kenaikan harga.--

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Naik nya harga telur dipasaran sangat dikeluhkan oleh masyarakat.

Akibat kenaikan harga telur tersebut saat ini membuat sejumlah penjual telur sepi peminat sehingga penjualan telur pun sangat menurun drastis.

Hal tersebut seperti dirasakan oleh Edi (50) yang merupakan warga Air Bang Curup Tengah yang kesehariannya merupakan penjual telur di lokasi Pasar Atas Curup, yang saat ini mengkhawatirkan jumlah penjualan telurnya pada bulan Januari mengalami penurunan.

"Untuk sekarang harga telur dipasaran sudah mencapai Rp 53 ribu per karetnya, harga tersebut merupakan harga tertinggi untuk penjualannya pada tahun 2022 hingga sekaran," ujar Edi.

BACA JUGA:Angin Segar untuk Jalan Kartini dan Rimbo Recap. Ada Apa?

BACA JUGA:Berobat Gratis Cukup Tunjukkan KTP, Ini Penjelasan Kadinkes Lebong

Dijelaskannya bahwasanya biasanya dirinya di setiap bulan nya berhasil menjual sebanyak 1000 karpet telur.

Akan tetapi setelah terjadinya kenaikan harga telur tersebut, dirinya pesimis bisa menjual seperti biasanya karena sepinya pembeli untuk telur tersebut di tokohnya.

"Kalau untuk harga telur bisa kembali normal, percuma kalau mahal harga jualnya akan tetapi permintaan semakin sedikit ," ucapnya.

Sementara disampaikan juga oleh Winda (35) warga Kepala Siring yang mengatakan jika kenaikan telur tersebut sangatlah memberatkan pihaknya.

BACA JUGA:DPMD Rejang Lebong Turun ke Kecamatan

BACA JUGA:Siap-siap, Dewan Bakal Panggil OPD

Karena uang belanjanya yang biasanya seminggu bisa membelikan sebanyak satu karpet telur, setelah kenaikan tersebut saat ini dirinya hanya mampu membeli telur sebanyak setengah karpet saja.

Sumber: