Mengenal Budaya Umbung Kutei di Kabupaten Kepahiang Bengkulu, Berikut Tahapan-tahapan Acaranya

 Mengenal Budaya Umbung Kutei di Kabupaten Kepahiang Bengkulu, Berikut Tahapan-tahapan Acaranya

pelaksanaan umbung kutei di kepahiang-NICKO/CE-

 

"Kita juga melakukan Ibeun Pamit, yaitu setelah Raja atau tamu agung, Ketua Umbung menghadap ke Raja menyampaikan sembea (sembah, red) untuk meminta izin acara akan dimulai," jelasnya. 

 

Lebih lanjut dikatakannya, Pamit dibuka dengan sembea kipas temuko tu 'un, lalu menyampaikan kece” singkat permintaan izin kepada rajo. Rajo dapat memberikan jawaban dengan kece' singkat juga atau dengan menganggukkan kepala.

Setelah meminta izin kepada Raja, Umbung Kutei dilanjutkan dengan kegiatan Ibeun Sembea Anok Sangei. Yang diartikan, pusat dari berbagai interaksi sosial dan budaya dalam tradisi Rejang. Melalui serangkaian tindakan kinetik, sembea menggambarkan penghormatan, penerimaan, dan norma budaya Rejang yang kaya penuh kesantunan, menjalin hubungan antara individu, keluarga dan komunitas.

 

"Tahapan ini dilakukan dalam sebuah urutan tindakan dalam bentuk tarian oleh anok sanget, yang diakhiri dengan memberikan sirih kepada Raja. Bahkan usai melakukan tahapan Ibeun Sembea Anok Sangei, kami mulai melakukan Sembea Mulo Kece'," kata Emong. 

 

Sembea Kece' atau Petatea merupakan bagian dari Sembea, berupa sekapur sirih dan pidato atau sambutan, yakni dialog antar individu dalam umbung kutei, kemudian antara tuei umbung dan masyarakat dengan tamu agung. Usai melakukan Sembea Mulo Kece', pihaknya melanjutkan Petua Rajo atau pidato dari Raja. Rajo atau Raja akan menyampai perintah-perintah atau nasehat-nasehat yang ditujukan kepada segenap masyarakat kutei. Dalam petuah rajo juga, Rajo akan membuka kegiatan umbung secara resmi. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Temtok Tilei Gendei, dengan tanda Raja memotong atau memancung tebu. 

 

"Untuk tahapan yang ketiga belas yakni Maket Tilei Gendei, atau membongkar pendei menandakan acara umbung Kutei selesai, bahan-bahan yang ada di pendei tidak boleh dibuang namun dikembalikan lagi ke tempatnya masing-masing, seperti padi dikembalikan ke lumbungnya, bahan makanan yang lain dibagikan ke masyarakat, sedangkan rangka pendei disimpan untuk digunakan kembali, dilaksanakan pada 18 November 2023 nanti," pungkasnya.

 

 

 

Sumber: