PAD Wisata Rejang Lebong Ditarget Rp 270 Juta

PAD Wisata Rejang Lebong Ditarget Rp 270 Juta

Wisata Danau Mas Harun Bastari Rejang Lebong.-DOK/CE-

CURUPEKSPRESS.COM - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata tahun 2025 sebesar Rp 270 juta. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui tiga objek wisata utama, yaitu Danau Mas Harun Bastari (DMHB), Pemandian Suban Air Panas, dan Diklat.

"Target PAD sektor pariwisata tahun ini diangka Rp 270 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Dodi Syahdani SSos.

Ia menuturkan, meskipun target tersebut telah ditetapkan, pihaknya merasa sedikit pesimis dapat mencapainya. Hal ini berkaca dari realisasi PAD sektor wisata tahun 2024 lalu yang ditargetkan sebesar Rp 200 juta tetapi tidak tercapai.

BACA JUGA:Optimis Realisasi PAD 2025 Lampaui PAD 2024

BACA JUGA: PAD RL 2025 Ditarget Sebesar Rp 93 Miliar

 

"Sebenarnya kita sedikit pesimis karena tahun lalu yang targetnya lebih kecil saja itu tidak tercapai 100 persen," ujarnya.

Menurut Dodi, salah satu kendala utama dalam pencapaian target PAD ini adalah sistem pembayaran tiket masuk wisata yang masih menggunakan metode konvensional. Ia menilai, dengan belum diterapkannya sistem pembayaran berbasis elektronik, potensi kebocoran PAD cukup tinggi.

"Kendala pertama soal pembayaran yang belum elektronik alias cara manual/konvensional," ungkapnya.

BACA JUGA:PAD Rejang Lebong 69,83 Persen

BACA JUGA:Target PAD Retribusi Parkir Tahun Ini Rp 650 Juta, Suryadi : Akan Kita Maksimalkan

 

Selain itu, lanjut dia, munculnya dan berkembangnya berbagai objek wisata baru baik yang dikelola swasta maupun desa turut berkontribusi pada penurunan jumlah pengunjung di tiga destinasi wisata utama yang dikelola Pemkab Rejang Lebong. Kemudian ditambah lagi, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada pemugaran atau penambahan sarana dan prasarana di ketiga objek wisata tersebut, yang kemungkinan besar menjadi alasan berkurangnya daya tarik bagi wisatawan.

"Beberapa tahun belakangan ini kita tidak ada penambahan fasilitas di objek wisata yang dikelola, sehingga daya tarik menurun dan terkesan monoton. Sementara wisata-wisata lain ini terus bertambah dengan ciri khasnya masing-masing," terang dia.

Sumber: