Proyek RKB di SDN 118 RL Dikeluhkan, Kepsek: Pekerjaan Molor

Rabu 23-11-2022,13:00 WIB
Reporter : AZIZ AHMAD
Editor : SARI APRIYANTI

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Proyek rehabilitas Ruang kelas belajar (RKB) beserta perabotannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 118 Rejang Lebong dikeluhkan.

Keluhan ini disampaikan pihak sekolah lantaran proyek tersebut saat ini molor, lantaran tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan. 

Informasi terhimpun pembangunan yang berasal dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 senilai Rp. 485 554. 200 yang dikerjakan oleh CV Naufal Brothers sudah dimulai sejak 20 Juni kemarin dan tanggal selesai sampai dengan 16 November 2022.

Hanya saja saat ini sedang masih dalam tahapan pekerjaan. Atas permasalahan tersebut menjadi keluhan bagi pihak sekolah karena terpaksa pihaknya memperpanjang masa belajar siswanya yang menghubungkan dua kelas di dalam satu ruangan yang hanya diberikan batas sekat saja. 

BACA JUGA:Pencairan PKH di Kantor Pos, Laporkan Jika Ada Pemotongan dan Intimidasi

BACA JUGA:Pemkab Segera Gelar Lelang Jabatan

Hal ini sebagaimana yang disampaikan kepala SDN 118 RL, Edi Baharudin SPd kepada wartawan koran ini pada Selasa 22 November kemarin di Sekolahnya.

"Syukur alhamdulillah tahun ini sekolah kami mendapat bantuan perehaban RKB sebanyak 3 Unit, ruangan UKS, Ruangan Guru, Lab Komputer, dan Toilet, akan tetapi yang masih menjadi keluhan kami yakni pembangunan RKB nya tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan dan harapan kami," ujar Kepsek.

Dikatakannya bahwasanya atas keterlambatan waktu kontrak pembangunan tersebut, terpaksa pihaknya harus memperpanjang masa penggabungan 2 kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar.

"Kalau kita melihat kondisi perkembangan pembangunan RKB sekarang ini, diperkirakan pengerjaan bangunan tersebut diperkirakan masih memerlukan waktu sebanyak kurang lebih setengah bulan," jelasnya.

BACA JUGA:Gerbong Mutasi Bergerak, Kompol Jupri Jabat Kabag Ops Polresta

BACA JUGA:Bangunan SDN 23 RL Butuh Perbaikan

Terlebih lagi kepala sekolah juga menyampaikan bahwasanya pembangunan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan pihaknya karena mengunakan bahan bangunan yang kualitasnya rendah dan diperkirakan pembangunan tersebut akan cepat rusak.

"Saya ini orang bangunan juga, jadi tau persis mengenai kualitas bangunan, mereka mengerjakan sesuai dengan gambar akan tetapi plafon, Plesteran, dan khusen menggunakan bahan yang kualitas rendan dan pemasangan nya juga kurang rapi," terangnya.

Sementara itu Kepsek menyampaikan bahwasanya pihaknya mengharapkan adanya pemantauan langsung dari Dikbud RL agar sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Kategori :