Disparpora Targetkan Pengembangan Wisata Kebun Teh

Rabu 11-01-2023,00:00 WIB
Reporter : NICKO ADE CHRISTYAN
Editor : BELA RIZKI AGUSTIN

KEPAHIANG, CURUPEKSPRESS.COM - Sesuai dengan program tahun 2023 yang dicanangkan Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah MM IPU soal peningkatan sektor wisata menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan.

Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepahiang menargetkan, pengembangan wisata kebun teh Kabawetan akan menjadi prioritas di tahun 2023 ini.

Sebagaimana disampaikan Kepala Disparpora Kabupaten Kepahiang Teddy Adeba ST, hal tersebut dilakukan lantaran Kabawetan merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi icon di Kepahiang.

Sehingga memang perlu ditingkatkan terus pengembangan di daerah tersebut.

BACA JUGA:Kepahiang jadi Kabupaten Pertama Miliki JPO di Provinsi Bengkulu

BACA JUGA:Ini Harapan Bupati Kepahiang Soal Pembangunan Tol

Baik itu dari akses jalan, infrastruktur, dan lain sebagainya.

"Berdasarkan penyampaian dari bupati pada puncak HUT Kepahiang kemarin, memang salah satu prioritas yang akan dikembangkan di Kabupaten Kepahiang adalah sektor pariwisata. Mengingat potensi wisata yang ada disini juga bisa dikatakan sangat potensial, sehingga kabawetan yang menjadi icon harus dikembangkan terus," ujarnya.

Dikatakan Teddy, salah satu hal penting yang harus diperhatikan dan ditingkatkan pada pembangunan yang dilakukan di kabawetan adalah akses jalan masuk.

Dimana setiap hari libur seperti tahun baru dan libur besar lainnya, kendaraan yang masuk hanya diarahkan satu arah karena memang akses jalan yang tersedia belum memadai.

BACA JUGA:Anggaran Jamkesda 2023 Rp 7 Miliar

BACA JUGA:Rekomendasi Makanan di Musim Hujan

"Akses jalan sangat penting untuk didahulukan pembangunannya di tahun ini. Karena setiap libur besar kabawetan selalu dipenuhi pengunjung. Sehingga memang hal tersebut harus diutamakan, selain penambahan infrastruktur lainnya," ucap Teddy.

Hanya saja masih dikatakan Teddy, perlu usaha keras untuk merealisasikan pengembangan wisata yang ada tersebut.

Mengingat anggaran yang tersedia untuk pengembangan wisata sangat minim.

Kategori :