SE Kerja Dua Sif Diterbitkan

SE Kerja Dua Sif Diterbitkan

JAKARTA, CE – Surat Edaran (SE) pengaturan kerja dua sif di era new normal atau normal baru diterbitkan. SE tersebut akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan mulai berlaku Senin (15/6).
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menerbitkan SE tetang aturan kerja dua sif. SE Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan jam kerja pada era adaptasi kebiasaan hidup menuju masyarakat yang produktif dan aman dari virus corona di wilayah Jabodetabek.
“Di dalam surat edaran tersebut akan dibagi menjadi dua tahapan awal mulai kerja dan tentunya berimplikasi pada akhir jam kerja,” katanya di Graha BNPB Jakarta.
Dikatakannya, Gugus Tugas berharap seluruh institusi yang mempekerjakan ASN, pegawai BUMN maupun pegawai swasta untuk menggunakan dua tahapan jam kerja sesuai dengan aturan dalam SE tersebut.
Dijelaskannya, tahapan atau gelombang pertama akan memulai pekerjaan antara pukul 07.00 WIB sampai dengan 07.30 WIB. Dengan estimasi masa bekerja selama delapan jam, maka pegawai yang mulai bekerja pada 07.00-07.30 WIB itu diharapkan akan mengakhiri pekerjaan pada pukul 15.00-15.30 WIB.
“Untuk gelombang kedua akan mulai bekerja pada pukul 10.00-10.30 WIB, sehingga diharapkan akan mengakhiri jam kerja pada pukul 18.00-18.30 WIB,” ungkapnya.
Pengaturan tersebut, dilakukan agar terjadi keseimbangan antara kapasitas transportasi umum dengan jumlah penumpangnya. Sehingga protokol kesehatan, terutama terkait perlunya menjaga jarak, bisa dijamin selama berkendara di dalam sarana transportasi umum seperti kereta.
Penerapan sistem kerja dua sif tersebut diharapkan tidak menghilangkan kebijakan perusahaan atau institusi untuk tetap mempekerjakan pegawai dari rumah atau work from home (WFH), bagi pekerja yang berisiko tinggi terpapar COVID-19.
“Misalnya pada pekerja atau pegawai yang memiliki penyakit-penyakit komorbid. Pegawai atau pekerja dengan hipertensi, dengan diabet dan dengan kelainan penyakit paru obstruksi menahun. Sehingga diharapkan masih tetap bisa diberi kebijakan untuk bekerja dari rumah,” katanya.
Hal itu, penting tetap dilakukan karena kelompok-kelompok tersebut sangat rentan terkena COVID-19. Demikian juga dengan pekerja yang telah berusia lanjut.
“Karena inilah upaya yang harus kita lakukan agar penularan di sarana fasilitas umum bisa kita atasi,” katanya.
“Kita akan memulai ini mulai besok (Senin, 15/6). Sehingga kita harapkan bahwa kita lebih maksimal lagi untuk mengendalikan penularan COVID-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih baik secara konsisten baik pada sisi fasilitas yang tersedia maupun masyarakat yang menggunakan fasilitas itu,” pungkasnya. (Fin)

Sumber: