Soal Proyek DAK Dikeluhkan, Kontraktor Ngaku Sesuai Standar

Soal Proyek DAK Dikeluhkan, Kontraktor Ngaku Sesuai Standar

Aziz/CE Salah satu bagian cat dinding sekolah yang dikeluhkan. Pengerjaan tersebut dalam proyek DAK di SDN 118 Rejang Lebong. --

PENDIDIKAN, CURUPEKSPRESS.COM - Terkait keluhan masyarakat Desa Pagar Gunung Kecamatan Bermani Ulu yang mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang direhab menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022/2023 lalu, tidak sesuai dengan harapan. 

Iwan kontraktor dari CV Naufal Brothers yang mengerjakan proyek tersebut mengklaim bahwa bangunan sekolah tersebut sudah sesuai dengan konsep yang disediakan oleh konsultan proyek tersebut.

"Kami bekerja sudah sesuai dengan  standar kontrak yang kami kerjakan, yang mana konsep bangunan memang seperti itu yang kami terima. Dan jika pun masih terdapat kekurangan, maka kami siap untuk memperbaikinya, karena memang masih menjadi tanggung jawab kan dan saat ini masih dalam tahapan pemeliharaan," ujar Iwan.

Dikatakan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangi sekolah tersebut untuk memeriksa dan memantau bangunan tersebut. Sehingga jikapun masih terdapat kekurangan maka akan segera diperbaiki.

"Yang pastinya kami tidak akan tinggal diam dan akan segera kami perbaiki jika memang benar bangunan sekolah tersebut sudah mengalami kerusakan," jelasnya.

BACA JUGA:

Dalam lain kesempatan, Boy Sibuan konsultan proyek DAK tersebut mengatakan berdasarkan anggaran yang tersedia untuk melaksanakan  proyek tersebut mempunyai biaya yang standar.

Sehingga bangunan sekolah tersebut hanya bisa laksanakan untuk 3 ruangan kelas saja, sehingga siswa anggaran untuk lokal tersebut mereka alihkan untuk perehaban 1 bangunan ruangan kelas sekolah tersebut yang berbeda dengan bangunan awalnya.

"Bajetnya standar sehingga pengerjaan yang bisa dilaksanakan ya seperti itu yang tidak mempunyai tiang dan drainase, sedangkan untuk lokasi RKB tersebut agak mundur kebelakang itu sudah menjadi komitmen kami, karena kami tidak ingin lahan sekolah tersebut tidak digunakan dengan baik, sedangkan untuk permasalahan bangunan yang terlalu mepet dengan pohon salak. Bahwa salak tersebut sudah berkembang sehingga daunnya menjalar ke dalam lokasi sekolah, kalau untuk batas bangunan dengan pohon salak tersebut sudah kami sisihkan jarak sebanyak 50 meter ke lokasi salak tersebut," terang Boy.

Untuk diketahui bahwa proyek RKB yang dikerjakan oleh CV Naufal Brothers yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 senilai Rp. 485 554. 200 yang dikerjakan sejak 20 Juni hingga 16 November 2022 lalu untuk perehapan sebanyak 3 unit RKB sekolah tersebut.

BACA JUGA:

Sumber: