SDIT RR 2 Gelar P5, Ini yang Dilakukan

SDIT RR 2 Gelar P5, Ini yang Dilakukan

Antusias siswa bermain Permainan Tradisional-IST/CE-

PENDIDIKAN,CURUPEKSPRESS.COM - Dalam mengisi kegiatan belajar selama ramadan, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Rabbi Radhiyya 02 Rejang Lebong melaksanakan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) Kepada seluruh siswa kelas satu, dua,  empat, dan lima yang sudah menerapkan kurikulum merdeka disekolah tersebut, adapun dalam proyek yang mengangkat tema Bhineka Tunggal Ika dengan memperkenalkan beberapa permainan tradisional nusantara seperti Congklak, lompat Karet, Engklek, Egrang  Batok Kelapa, Boi-boian, Rangku Alu dan Bola Bekel.

Kepala SDIT RR 02, Desma Herlina SPdI melalui ketua Projek P5 SDIT RR 02 Yossi Pranciska Ayu Citra , S.Pd bahwa dalam melaksanakan projek tersebut selama ramadan pihaknya ingin siswanya tidak melupakan permainan - permainan tradisional tersebut meskipun berada di sudah berada di zaman teknologi seperti sekarang ini.

BACA JUGA: SMPN 6 RL Laksanakan P5, Program Kompetensi Spiritual

BACA JUGA:Dihadiri Kadis Dikbud, SD 166 RL Sukses Gelar Pelepasan Siswa dan Panen Hasil P5

 

"Kami menganggap penting untuk memperkenalkan permainan  - permainan tradisional tersebut kepada siswa, mengingat bahwa permainan - permainan tersebut sudah mulai dilupakan oleh generasi sekarang ini," ujar Yossi.

Dikatakannya bahwa dalam melaksanakan projek tersebut, pihaknya memulai tahapan dengan memperkenalkan hingga sampai ke aksi nyata melalui video pembelajaran, artikel dan jurnal serta melibatkan orang tua siswa untuk membimbing anak - anaknya melaksanakan projek tersebut.

BACA JUGA:Melalui Ekspo Education Festival 2023 SDIT Rabbi Radhiyya Gelar Panen Hasil P5

BACA JUGA:Komitmen Bangun Bisnis Berkelanjutan, Bank Mandiri Incar Rp5 Triliun dari Penerbitan Green Bond

 

"Kami berharap, dengan dilaksanakan kegiatan proyek tersebut siswa bisa terus melestarikan permainan tradisional tersebut meskipun zaman sudah jauh lebih modern, karena permainan tersebut merupakan kekayaan adat nusantara kita yang harus kita lestarikan, kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi," pungkasnya. 

Sumber: