SDN 62 Rejang Lebong Butuh Tambahan Guru PNS

Jumat 08-09-2023,05:30 WIB
Reporter : AZIZ AHMAD
Editor : HEFICA B.U

PENDIDIKAN, CURUPEKSPRESS.COM - Sekolah Dasar Negeri 62 Rejang Lebong merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan ke 2.

Saat ini hanya mempunyai sebanyak 2 orang guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan segala programnya.

Sekolah yang berada di Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang sudah mengalami kondisi tersebut sejak lima tahun terakhir, sehingga sekolah tersebut harus mempekerjakan sebanyak 11 orang honorer guru dan juga staf tata usaha, operator sekolah yang dibayar melalui anggaran BOS sekolah.

Yang lebih parahnya, salah seorang guru yang berstatus PNS di sekolah tersebut pada akhir tahun mendatang tepatnya di bulan Desember sudah memasuki masa purna bakti dari tugasnya di sekolah tersebut.

Kepala SDN 62 Rejang Lebong Firmansyah MPd mengatakan atas kondisi tersebut yang menjadi salah satu penghambat pihaknya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai sekolah penggerak untuk bisa berbagi praktik baik terhadap sekolah - sekolah yang lainya.

"Saat ini sekolah kami hanya mempunyai 13 orang guru dengan rincian 2 orang sudah PNS dan sebanyak 11 orang yang masih honorer," ujar Kepsek.

Dikatakan Kepsek bahwa sebagai sekolah penggerak yang sudah mendapatkan tugas dalam fungsinya dalam berbagai praktik baik kepada sekolah - sekolah lainya tentulah harus mendapatkan perhatian pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terutama mengenai guru dan sarana prasarana lainya.

BACA JUGA:

"Seharusnya sebagai sekolah penggerak, tentulah sekolah kami seharusnya mendapat perhatian dari pihak pemerintah terutama gurunya," katanya. 

Adapun dengan jumlah guru yang sangat terbatas seperti ini tentulah sangat membatasi pihaknya dalam melaksanakan menerapkan penguatan proyek profil pelajar pancasila di sekolahnya.

"Tentunya sebagai sekolah penggerak kami ingin meningkatkan kualitas di sekolah kami, akan tetapi dengan sedikitnya guru PNS dan sekolah kami juga harus banyak mempekerjakan guru honorer tentunya sekolah kami sangat terbatas pergerakannya, apalagi murid kami hanya berjumlah 188 orang sudah tentu anggaran dana Bosnya juga sangat terbatas," jelasnya.

Sementara itu Kepsek berharap supaya pemerintah bisa sedikit memberikan perhatian kepada sekolahnya terutama pada guru - guru di sekolahnya.

"Melalui program PPPK kemarin sebenarnya kami berharap dapat mengisi kekurangan guru tersebut, akan tetapi bukannya bertambah malah kuota awal yang kita miliki malah hilang, dan semoga pada tahun ini sekolah kami mendapatkan guru ASN melalui program PPP tahun 2023," pungkasnya.

BACA JUGA:

Kategori :