Keren.. SDN 62 Rejang Lebong, Wujudkan Sekolah Literasi dan Kewirausahaan

Keren.. SDN 62 Rejang Lebong, Wujudkan Sekolah Literasi dan Kewirausahaan

Aziz/CE Sekolah Literasi SDN 62 Rejang Lebong.--

CURUP, CURUPEKSPRESS.COM – Sekolah penggerak SDN 62 Rejang Lebong ingin menjadi seolah literasi dan Sekolah kewirausahaan.

Tentunya dengan menyesuaikan dengan kondisi budaya dan kearifan lokal dalam melaksanakan proyek profil pelajar pancasila di sekolahnya.

Kepala SDN 62 Rejang Lebong Firmansyah SPd MPd menyampaikan bahwasanya sejauh ini sekolahnya sudah beberapa melaksanakan projek P5 tersebut.

Bahkan pihaknya sudah memamerkan hasil projek tersebut melalui bazar kewirausahaan dan literasi beberapa waktu lalu, dan saat ini pihaknya akan meningkatkan beberapa program yang sudah dilaksanakan tersebut kembali.

“Syukur alhamdulillah tahun ajaran kemarin kami sudah mulai melaksanakan proyek penguatan profil pelajar pancasila disekolah kami dan sekarang ini akan kami tingkatkan kembali supaya mempunyai hasil yang terbaik dari pelaksanaan projek tersebut,” ujar Kepsek.

BACA JUGA:

Dikatakan Kepsek untuk kurikulum sebagai sekolah penggerak sekolahnya tersebut membentuk sekolahnya sebagai sekolah literasi dengan menjadikan setiap tembok ataupun bangunan di sekolahnya sebagai sarana literasi tersebut.

Bahkan pihaknya sudah membiasakan siswanya secara rutin setiap harinya untuk membaca pelajaran yang akan dipelajari masing – masing kelas.

“Saat ini hampir setiap tembok dan dinding di sekolah kami sudah kami lukis dan kami tulis mengenai hal – hal pembelajaran seperti rumus matematika, IPA, dan juga pembelajaran lainnya dan juga kami sudah mengembangkan pojok baca sebagai pusat literasi di sekolah ini,” jelas Kepsek.

Lanjut kepsek selain ingin mewujudkan sekolahnya sebagai sekolah literasi, kepsek juga menyampaikan bahwasanya untuk pengembangan proyek profil pelajar pancasila di sekolahnya pihaknya saat ini sudah mulai mengembangkan kewirausahaan bagi pembelajaran siswa di sekolahnya.

BACA JUGA:

“Untuk proyek profil pelajar pancasila, kami melaksanakan proyek Sapta Boga yakni siswa kami ajarkan mereka membuat produk makanan yang sesuai dengan kearifan lokal disini yang memiliki bermacam – macam suku, adat serta budaya yang bersatu padu dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Sementara itu kepsek juga menyampaikan bahwasanya untuk melaksanakan program tersebut tentulah tidak luput dari dukungan dan peran orang tua dari masing – masing siswa, dengan tidak membebankan para siswa tersebut untuk membantu beberapa pekerjaan rumah, sehingga siswa tersebut bisa secara merdeka belajar sesuai dengan bakat dan minat dari masing – masing siswa tersebut.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi seluruh siswa kami, dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat menanamkan sikap gotong royong, rela berbagi kepada orang lain, dan merawat kebhinekaan dengan sikap toleransi dengan saling menghargai, serta dapat mencintai aneka budaya bangsa, dan serta seluruh dimensi P5,” pungkasnya. 

Sumber: