Awas Tahu Tidak Layak Konsumsi ! Ini Tips Memilih Tahu yang Benar

Senin 02-02-2026,13:00 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Memilih tahu yang bermutu menjadi perhatian penting bagi masyarakat, mengingat tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang kerap hadir dalam menu harian. Selain harganya terjangkau, tahu juga mudah diolah menjadi beragam hidangan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara memilih tahu yang baik perlu dimiliki konsumen agar memperoleh produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Haerul Darlin, pendiri Tooji sekaligus pengusaha muda di bidang olahan tahu, dalam dialog Sapa UMKM RRI Bone pada Kamis, 15 Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Haerul membagikan sejumlah tips praktis yang dapat dijadikan pedoman masyarakat dalam memilih tahu berkualitas.

Menurut Haerul, langkah paling dasar dalam memilih tahu adalah memastikan kesegarannya. Tahu yang masih segar umumnya baru diproduksi dan belum mengalami perubahan fisik maupun aroma. Ciri tahu segar dapat dikenali dari baunya yang netral atau sedikit beraroma kedelai, tanpa adanya bau asam. Dari segi tampilan, tahu segar memiliki warna putih bersih atau kekuningan alami, bukan terlihat pucat apalagi kusam. Warna yang tidak wajar sering kali menandakan tahu telah disimpan terlalu lama atau mengalami penurunan kualitas.

BACA JUGA: Bikin Kaget ! BPOM Umumkan 26 Skincare Berbahaya yang Banyak Dipakai

BACA JUGA: ATR/BPN Ungkap Peran Penting Warkah Tanah dalam Sengketa Lahan

Selain kesegaran, tekstur juga menjadi indikator penting dalam menilai mutu tahu. Tahu yang baik memiliki tekstur padat dan tidak mudah hancur saat disentuh, dipotong, atau diolah. Kepadatan ini mencerminkan proses produksi yang benar serta penggunaan bahan baku yang sesuai standar. Tahu dengan tekstur rapuh atau terlalu lembek patut diwaspadai karena dapat menandakan kualitas kedelai yang rendah atau proses pembuatan yang kurang optimal.

Di sisi lain, Haerul juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan tahu yang terasa terlalu kenyal atau keras secara tidak wajar. Tekstur semacam ini perlu dicurigai karena bisa saja disebabkan oleh penambahan bahan tertentu yang tidak dianjurkan dalam pengolahan pangan. Konsumen diharapkan lebih peka terhadap karakteristik alami tahu, yang pada dasarnya lembut tetapi tetap padat.

Ciri lain yang tidak kalah penting adalah kondisi permukaan tahu. Tahu berkualitas umumnya memiliki permukaan yang bersih dan tidak berlendir. Apabila tahu terasa licin atau terdapat lendir berlebihan, hal tersebut menandakan proses pembusukan sudah mulai terjadi. Mengonsumsi tahu dalam kondisi demikian berisiko bagi kesehatan, sehingga sebaiknya dihindari.

Haerul juga menekankan pentingnya memeriksa aroma tahu sebelum membeli. Ia menjelaskan bahwa tahu yang masih layak konsumsi memiliki aroma kedelai yang ringan dan segar. Sebaliknya, bau asam yang menyengat atau aroma tidak lazim lainnya menandakan tahu telah mengalami fermentasi alami akibat penyimpanan yang terlalu lama atau kondisi lingkungan yang kurang higienis.

BACA JUGA: Kaya Gizi dan Mudah Diolah, Inilah Manfaat Udang untuk Anak

BACA JUGA: Ginjal Bekerja Lebih Ringan Jika Rutin Konsumsi 5 Makanan Ini

Lebih lanjut, Haerul berharap edukasi semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai konsumen. Dengan memahami cara memilih tahu yang baik, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk yang aman dan bergizi, tetapi juga turut mendukung pelaku UMKM yang berkomitmen menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan. Konsumen yang cerdas dinilai mampu mendorong produsen untuk terus meningkatkan standar produksi mereka.

Pengetahuan ini penting agar masyarakat terhindar dari produk yang sudah rusak atau berpotensi membahayakan kesehatan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan konsumen semakin bijak dalam memilih bahan pangan sekaligus berperan aktif dalam mendukung UMKM yang mengedepankan kualitas dan higienitas produk.  

 

 

Kategori :