Selain Hujan Es, Bisa Juga Sebabkan Ini

Selain Hujan Es, Bisa Juga Sebabkan Ini

IST/CE Hujan es yang mengguyur wilayah Indonesia (foto by google, 14/01/23)--

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Berkenaan dengan fenomena terjadinya hujan es di Desa IV Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran pada Kamis 12 Januari kemarin. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu memberikan penjelasan.

Dikatakan Prakirawan Cuaca BMKG Provinsi Bengkulu, Harist Syahid Hakim, hujan es bisa terjadi karena awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat besar dan gelap seperti bentuk jamur.

Awan yang sering muncul dari awal hingga di akhir musim penghujan ini dapat menyebabkan hujan es karena aliran udara ke bawah yang cukup tinggi.

BACA JUGA:Heboh! Hujan Es Sebesar Biji Kopi

BACA JUGA:2023, PTSL Ditargetkan 3.243 Hektar

"Peristiwa itu terjadi dikarenakan adanya awan Cb yang tumbuh secara signifikan sehingga memicu terbentuknya hujan es," ungkapnya.

Selain hal tersebut, lanjut Harits, awan Cb juga dapat membawa angin puting beliung yang sangat kencang. 

Sambungnya, perubahan iklim telah nyata terjadi di seluruh dunia.

Efeknya adalah kondisi di permukaan bumi akan semakin ekstrem jika terus dibiarkan, termasuk terjadinya angin puting beliung bahkan hujan es yang diketahui sangat jarang terjadi di Indonesia.

BACA JUGA:6 Raperda Akan Dibahas Tahun Ini

BACA JUGA:Siap-siap, Dewan Bakal Panggil OPD

"Kondisi cuaca belakangan ini memang cukup mengkhawatirkan, dimana kerap terjadi perubahan cuaca dan suhu secara dadakan. Semisal ketika pagi hari, cuaca cerah dan terang. Namun ketika siang harinya secara tiba-tiba mendung dan tidak lama turun hujan," terangnya.

Mengingat perubahan iklim yang telah terjadi, Harita menjelaskan, bahwa hujan es sangat berpotensi menjadi bencana alam dari yang sebelumnya hanya fenomena alam biasa.

Sumber: